Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Allah Berbicara Melalui Yosia


Jenis Bahan PEPAK: Bahan Mengajar

Bahan Alkitab:
2Raja-raja 22:1-20

Tujuan Khusus:
Anak dapat:

  1. Menceritakan mengenai kitab Torat yang ditemukan kembali;
  2. Menjelaskan bahwa Allah memakai Yosia untuk membiasakan bangsanya membaca dan mematuhi Firman Allah;
  3. Menyatakan untuk setia mempelajari Firman Allah.

Ayat Hafalan:
"Peringatan-peringatan-Mu ajaib, itulah sebabnya jiwaku memegangnya." (Mazmur 119:129)

Materi Pelajaran:

UNTUK GURU

Penjelasan Bahan Alkitab:

2Raja-raja 22:1-20 merupakan cerita mengenai Yosia yang menjadi Raja dan memegang tampuk pemerintahan dalam usia yang sangat muda. Didalam menjalankan tampuk pemerintahan ia dibantu oleh sekretaris negara yaitu Safan anak Azalya. Baru ketika usaianya mencapai 18 tahun, ia dapat menjalankan roda pemerintahan dengan bijaksana. Yosia melakukan yang menyenangkan hati Tuhan. Ia mengikuti teladan Raja Daud leluhurnya, dan taat akan seluruh hukum Allah dengan sepenuhnya. Maka Allah selalu melindungi dan memberkatinya.

UNTUK ANAK

Cerita:

Seorang raja muda yang memerintah di Yehuda. Umurnya baru 8 tahun. Namanya Yosia. Apa yang terjadi sehingga baru berumur 8 tahun ia sudah menjadi raja? Ayahnya, yang adalah raja, dibunuh musuh. Sebab itu anak raja yang dibunuh itu dijadikan raja, biarpun umurnya baru 8 tahun. Bagaimana caranya ia memerintah? Membaca dan menulis saja belum tentu lancar. Itu tidak mengapa, sebab ada banyak orang pandai yang membantunya dan menasehatinya. Dengan cara itu Yosia belajar banyak.

Tentu tidak mudah pekerjaan itu. Apa lagi ketika ayahnya masih hidup dan menjadi raja, negara itu sudah menjadi berantakan. Bangsa Yehuda tidak merdeka penuh. Mereka dikuasai bangsa Asyur. Jadi raja Yosia pun masih ada di bawah kuasa Asyur. Tetapi itu tidak seberapa. Yang paling parah adalah bangsa Yehuda sudah menjauhkan diri dari Allah. Sebabnya adalah karena ayah Yosia, Raja Amon, dan kakak Yosia, Raja Manase, memberi contoh untuk menyembah berhala, patung- patung, dan berbuat hal-hal yang kurang baik.

Raja Yosia sangat sedih melihat keadaan itu. Untunglah ada orang pandai dan bijaksana yang segera menjelaskan kepada Yosia betapa sedihnya Allah melihat umat-Nya yang tidak setia pada-Nya.

Pada umur 18 tahun Raja Yosia memperhatikan Bait Allah di kota Yerusalem yang sudah tidak terpelihara. Sudah banyak bagian yang rusak dan perlu diperbaiki. Tapi tidak ada uang untuk itu. Jadi raja menyuruh orang meletakkan peti sumbangan pembangunan Bait Allah. Banyak juga orang memberi sumbangan. Waktu tiba untuk membuka peti sumbangan itu, maka wah, bukan main banyaknya uang. Raja pun memberi sumbangan juga.

Segera dikumpulkan tukang-tukang bangunan, tukang batu, tukang kayu, semuanya dikumpulkan. Segera juga dibeli batu bata, kayu, lalu orang-orang mulai bekerja. Semuanya sibuk. Bagian-bagian di Bait Allah yang sudah lama tidak dibuka, dibuka dan dibersihkan. Apa yang masih bisa dipakai ditahan, tetapi yang tidak ada gunanya dibuang.

Imam besar Hilkia yang bertugas di Bait Allah sibuk, tapi dia gembira, sebab jika selesai semuanya, maka Bait Allah akan dipakai lagi seperti dulu. Wah, dibuka lagi satu ruangan. Dalamnya banyak gulungan Kitab Suci. Imam Hilkia membaca satu demi satu. Banyak yang sudah rusak dan susah baca.

Ada satu gulungan yang besar. Imam Hilkia membukanya. Wah tulisan apa ini? Dibersihkan, dibaca, dibaca, dan dibaca lagi. Ternyata inilah tulisan bagian hukum Torat Musa yang sudah lama tidak dipakai. Di dalamnya tertulis tidak hanya hukum Torat, tetapi juga janji-janji Allah. Imam Hilkia kaget. Hukum yang ini belum ia kenal. Wah tulisan itu sudah begitu lama dilupakan, untung sekarang ditemukan kembali.

Segera Imam Hilkia ke istana dan memberitahukan kepada menteri dan orang-orang pandai apa yang ia temukan, "Aku telah menemukan buku hukum Torat yang tua. Laporkan segera kepada raja kita, Raja Yosia. Siapa tahu betapa banyak hukum yang tidak kita lakukan karena kita tidak tahu adanya hukum itu," kata Imam Hilkia.

Raja sangat heran. Segera ia perintahkan untuk dibaca dan ia mendengarkan dengan sangat baik dan tekun. Belum habis semuanya dibaca, Raja Yosia berdiri lalu merobek bajunya tanda sedih. Dikumpulkannya semua orang pandai dan imam-imam dan kepada mereka dikatakan, "Berdoalah kepada Allah, mintalah Allah mengampuni kita karena kita tidak tahu adanya peraturan itu."

Betapa besar dosa bangsa itu. Apakah Allah akan menghukum mereka? Ternyata bangsa itu masih dikasihi Allah, dan karena Yosia benar-benar menyesali kejadian itu, maka ia tidak dihukum. Bangsanya juga tidak dihukum selama Yosia hidup. Dan sejak itu Raja Yosia mengajar bangsanya untuk setia dan tekun membaca dan mempelajari Firman Allah. Tuhan juga menghendaki kita tekun membaca Alkitab. Firman Tuhan untuk mengetahui apa yang Tuhan kehendaki kita lakukan.

Alat Evaluasi:

  1. Pada umur berapakah Yosia diangkat menjadi raja?
  2. Siapakah yang mendampingi Yosia menjalankan pemerintahan?
  3. Bagaimana keadaan bangsa itu ketika Yosia baru menjadi raja?
  4. Bagaimana keadaan Bait Allah waktu itu?
  5. Apa yang dilakukan raja untuk memperbaiki Bait Allah?
  6. Apakah yang ditemukan Imam Hilkia?
  7. Mengapa Raja Yosia begitu sedih ketika mendengar isi buku hukum Torat itu?
  8. Apa yang harus dilakukan oleh Bangsa Yehuda?
  9. Apa yang harus kita lakukan dengan Alkitab?

Kategori Bahan PEPAK: Pengajaran - Doktrin

Sumber
Judul Buku: 
Pedoman Sekolah Minggu Anak Kecil Umur 7-9 Tahun: Tahun III Jilid II
Halaman: 
80 - 84
Penerbit: 
BPK Gunung Mulia
Kota: 
Jakarta
Tahun: 
1992

Komentar