Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Perayaan dan Aktivitas Paskah: Tuhan Hidup Selamanya


Jenis Bahan PEPAK: Bahan Mengajar

Tujuan:
Anak-anak akan:

  1. merayakan kabar sukacita Paskah,
  2. mengalami saat-saat di mana Tuhan selalu bersamanya, dan
  3. bersyukur karena Tuhan selalu ada bersama mereka.

Anda akan memerlukan:

  1. Alkitab,
  2. tiga buah kertas bertuliskan: "Maaf, Dia tidak di sini",
  3. kue mangkuk,
  4. lilin ulang tahun biasa dan spesial yang menyala lagi saat
  5. ditiup (Anda dapat menemukan lilin seperti itu di toko yang
  6. menyediakan bahan-bahan pesta.),
  7. korek api,
  8. semangkuk air,
  9. satu butir kerikil atau batu untuk setiap anak (batu harus cukup
  10. besar untuk bisa ditulisi kata "Tuhan"),
  11. spidol permanen dengan ujung tinta yang kecil,
  12. sebuah plastik telur kosong untuk setiap anak,
  13. gunting,
  14. kertas koran,
  15. plester, dan
  16. pujian yang dapat dinyanyikan secara kelompok.

Bacaan Alkitab:
Mazmur 121 dan Yohanes 20:1-9

Persiapan guru:

Renungan

Paskah menerjang kita dengan kekuatan dahsyat gelombang samudera yang memecah lautan menuju pantai. Kita tersapu oleh kasih Tuhan yang hampir tidak dapat kita pahami, yang telah ditunjukkan-Nya melalui kebangkitan Yesus Kristus. Sebagai orang Kristen, kita telah disatukan karena Paskah. Kubur yang kosong adalah pernyataan akhir Tuhan bahwa kita adalah anak-anak-Nya, dan bahkan kuasa maut pun tidak lebih berkuasa dari iman kepada Raja kita yang telah bangkit.

Yohanes 20:1-9 memaparkan kisah tentang kubur yang kosong. Orang pertama yang melihat bahwa kubur-Nya kosong dilingkupi oleh ketidakpercayaan. Siapa yang mencuri jasad Yesus? Mengapa mereka mencurinya? Tidak, ini tidak mungkin terjadi. Ia tidak mungkin hidup lagi. Atau mungkin Ia memang sudah bangkit?

Kemudian Ia mendatangi mereka. Mereka melihat tangan-Nya, dan mereka mengalami cahaya kemuliaan-Nya. Mereka mendengar janji bahwa mereka, dan kita semua juga, akan berada bersama-Nya dalam kekekalan. Itu semua begitu mulia sehingga kita hampir tidak bisa memahaminya. Kebenaran itu begitu spektakuler hingga kita terus mengingat-Nya seumur hidup kita.

Kabar sukacita Paskah bahkan menjadi lebih mulia saat disejajarkan bersama janji yang ada di Mazmur 121. Tuhan yang menjaga Israel kini merangkul kita aman di tangan-Nya. Tuhan yang selalu lebih berkuasa dari segala iblis, kini memperlengkapi kita dengan senjata keilahian Kristus yang paling ampuh. Ya, Tuhan ada di sana, di hati para pemazmur, dan Tuhan ada di sini, dalam kehidupan kita melalui pesan Paskah.

Memahami Anak Anda

Paskah selalu menjadi saat-saat yang menyenangkan bagi anak-anak. Banyak keluarga memiliki tradisi yang selalu ditunggu oleh anak-anak dalam memperingati Paskah. Bahkan gereja lokal memiliki tradisi khusus memperingati Paskah yang membuat kita menganggap hari itu sebagai hari yang spesial.

Anak-anak berpikir secara konkrit. Mereka memahami Paskah dalam bentuk nyata yang bisa dilihat. Mereka memahami bahwa Tuhan membangkitkan Yesus secara harfiah, tapi dari titik itu ceritanya menjadi abstrak. Apa artinya Yesus kini hidup selamanya dengan Tuhan? Apa artinya Yesus kini selalu bersama kita? Hal-hal seperti itu adalah sesuatu yang abstrak, yang harus kita waspadai ketika kita menceritakan kisah Paskah.

Mencari telur Paskah yang disembunyikan, baju baru, keranjang Paskah, dan banyak bentuk selingan lain dapat mengaburkan makna kabar sukacita yang ada saat Paskah. Anak-anak membutuhkan bantuan untuk mengalami makna Paskah yang sebenarnya. Saat kita mengajar mereka, kita tidak boleh mengabaikan pertanyaan mereka mengenai Paskah. Bahkan saat mereka menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa dijawab sekalipun, kita masih dapat membantu mereka dalam memahami kenyataan Paskah.

Tuhan telah melakukan sesuatu yang tidak dapat dipahami. Melalui kuasa Tuhan, Yesus mengalahkan maut. Iman kita kepada Yesus dan kebangkitan-Nya membuka pintu ke surga. Hal seperti itu adalah hal yang sangat abstrak yang mesti kita jelaskan dalam bentuk yang mudah dimengerti oleh anak-anak.

Gunakan pelajaran ini untuk merayakan Paskah. Perhatikan saat-saat yang dapat digunakan untuk mengajar saat anak-anak bertanya dan menemukan sesuatu yang baru bagi mereka. Hari ini Paskah! Yesus hidup! Hidupku tidak akan sama lagi. Haleluya! Beritakan pada dunia.

Pembukaan:
Sambut anak-anak dan beri mereka ucapan selamat Paskah.

Tanyakan:

  1. Mengapa kita merayakan Paskah?
  2. Bagaimana kalian merayakan Paskah dalam keluarga?
  3. Apa yang paling kalian suka di gereja saat ibadah Paskah?

Katakan:
Paskah adalah hari yang sangat spesial. Tuhan sangat mencintai kita hingga Ia ingin agar Anak-Nya, Yesus, selalu bersama kita. Yesus mencintai Bapa-Nya di surga, dan Yesus mencintai kita. Itulah mengapa Ia bersedia mati bagi kita. Segelintir orang-orang yang kejam berpikir bahwa mereka berhasil menyingkirkan Yesus dengan membunuh-Nya, namun Yesus lebih berkuasa. Kini semuanya berbeda. Hari ini Hari Paskah, dan Yesus telah bangkit.

Pujian:
Pimpin anak-anak menyanyikan "Ho-Ho-Ho-Hosanna" (pujian yang dapat dinyanyikan secara berkelompok). Bernyanyilah sambil diiringi gerakan tangan.

Pujian berikutnya "He`s Alive" (pujian yang dapat dinyanyikan secara berkelompok). Minta anak-anak yang lebih tua untuk bertepuk tangan dan anak-anak yang lebih kecil bernyanyi. Setelah mereka hafal lagunya, biarkan anak yang lebih tua bernyanyi dan yang lebih kecil bertepuk tangan.

Berdiri dan berkumpullah, kemudian baca dengan keras Yohanes 20:1-9. Minta anak-anak untuk melakukan gerakan saat Anda membacanya. Pastikan setiap anak memiliki ruang yang cukup luas untuk bergerak. Mungkin Anda harus memiliki seseorang yang memberi contoh bagaimana anak harus bergerak.

Menyampaikan Firman Tuhan:
Minta anak-anak untuk berdoa bersama Anda:
Tuhan Yesus, kami bertanya-tanya apa yang dipikirkan Maria Magdalena, Petrus, dan Yohanes saat mereka menemui kubur Yesus kosong. Terima kasih telah membangkitkan Yesus. Kami bersyukur Ia hidup selamanya. Ia begitu mencintai kami, dan sekarang Ia ingin menjadi Juru Selamat kita. Bantu kami mengikut Dia setiap hari. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.

SAAT KUBUR YESUS KOSONG

Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka, "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan."

[Buatlah gerakan menguap dengan mengangkat tangan ke atas. Letakkan tangan di dahi seolah-olah berusaha membuka mata.]

[Lari-lari di tempat.]

Lalu Petrus dan murid yang lain pergi menuju ke kubur. Keduanya berlari, namun murid yang lain lebih cepat dan tiba di kubur terlebih dahulu. Ia membungkuk dan menemui selembar kain linen di sekitar kubur, namun tidak masuk ke dalam kubur. Kemudian Simon Petrus, yang di belakangnya, tiba dan masuk ke kubur. Ia menemui lembaran kain linen di sana, juga kain pembungkus jasad yang sebelumnya membungkus kepala Yesus. Kain itu terlipat rapi, terpisah dari kain linen. Akhirnya murid yang lain, yang tiba di kubur terlebih dahulu, juga masuk ke dalam kubur. Ia melihat dan percaya.

[Buatlah lingkaran, dan pelan-pelan lari di tempat.]
[Berhenti berlari, dan membungkuk seolah-olah melihat ke dalam kubur.]
[Melompatlah maju.]
[Garuk kepala seolah-olah sedang bingung.]
[Melompatlah berulang kali, lambaikan tangan.]
[Cari teman, taruh tangan di bahu teman, dan goyang bahunya.]

IA TIDAK DI SINI!

[Sebelum memulainya, cari tiga ruangan di gereja Anda yang dapat digunakan untuk melakukan hal itu. Dalam setiap ruangan, pasang kertas besar bertuliskan: "Maaf, Ia tidak di sini!"]

Katakan:
Wow! Menakjubkan sekali yang Maria Magdalena, Petrus, dan Yohanes alami! Pikirkan tentang hal itu. Mereka bertiga pergi ke kubur dan menemui batu besar telah terguling dari pintu kubur. Mereka masuk ke dalam kubur dan menemui kubur kosong. Hanya ada kain pembungkus Yesus dalam kubur itu. Untuk sementara waktu, mereka berpikir bahwa tubuh Yesus telah dicuri. Kemudian mereka bertanya-tanya, "Bagaimana jika Ia memang telah bangkit?"

[Katakan pada anak-anak bahwa mereka akan mencari Yesus seperti apa yang dilakukan Petrus dan Yohanes. Bawa anak-anak ke ruangan yang telah Anda pilih sebelumnya. Jika Anda ada di daerah gereja Anda, di mana Anda tidak akan mengganggu orang lain, Anda dapat membiarkan anak-anak berlari dulu jika mereka sudah tahu ruangan mana yang akan Anda tuju. Saat Anda sampai pada setiap ruangan, minta satu anak untuk membawa tanda bertuliskan: "Maaf, Ia tidak di sini!"]

Setelah memasuki semua ruangan kosong, kembali ke tempat semula.

Tanyakan:

  1. Apa yang kalian rasakan saat setiap kita sampai di sebuah
  2. ruangan, dan menemukan tanda bahwa Yesus tidak ada di sana?
  3. Dalam hal apa pengalaman kalian sama dengan apa yang dialami oleh
  4. Maria Magdalena, Petrus, dan Yohanes?

Katakan:
Saat kita mencari sesuatu dan tidak menemukannya, kita bertanya-tanya. Saya yakin Petrus dan Yohanes bertanya-tanya apa yang terjadi pada tubuh Yesus. Alkitab mengatakan Yohanes "melihat dan percaya". Itu berarti ia tahu bahwa Yesus bangkit. Sungguh menakjubkan pengalaman yang ia alami. Itulah yang Tuhan ingin kita rasakan pada saat Paskah.

Aktivitas:

  1. Lilin-Lilin Ajaib

    Kelompokkan anak ke dalam kelompok-kelompok beranggotakan empat atau enam orang. Seorang dewasa harus menjadi anggota setiap kelompok yang ada. Pada satu buah kue mangkuk, taruh sebuah lilin biasa; pada kue mangkuk lain, taruh lilin "ajaib". Katakan pada anak-anak bahwa Anda akan mengadakan pesta untuk memperingati Paskah. Baca dengan keras Matius 28:20b.

    Katakan:
    Yesus bersabda bahwa Ia akan selalu bersama kita. Ayo rayakan. Seorang dewasa menyalakan kedua jenis lilin dan ajak anggota kelompok untuk meniupnya. Beberapa lilin akan menyala kembali saat ditiup. Biarkan anak-anak untuk terus mencoba meniup lilin tersebut. Siapkan semangkuk air di sekitar lilin itu untuk memadamkan nyalanya. Jika bisa, sediakan kue mangkuk untuk semua anak yang ada agar dapat dimakan saat selesai melakukan aktivitas ini.

    Kumpulkan anak-anak dalam kelompok besar, dan tanyakan:

    1. Apa yang terjadi dengan lilinnya?
    2. Apa yang kalian pikirkan saat beberapa lilin tetap menyala meski sudah ditiup?
    3. Apa persamaan lilin yang menyala terus itu dengan apa yang Tuhan lakukan pada pagi Paskah?

    Katakan:
    Orang-orang berpikir bahwa mereka telah menyingkirkan Yesus, sama saat seperti kalian meniup lilin. Namun, Tuhan punya rencana lain. Kalian tidak tahu bahwa kalian dihadapkan dengan lilin yang khusus, sama halnya orang-orang pada waktu itu tidak tahu bahwa Tuhan memunyai rencana spesial untuk Paskah. Tuhan membangkitkan Yesus, dan Yesus akan bersama Tuhan sekarang. Itu berarti Ia selalu bersama kita. Ia tidak akan pernah pergi lagi karena Ia mengatakan demikian di ayat Alkitab yang saya baca.

  2. Batu Pengingat

    Sebelum melakukan aktivitas ini, siapkan batu dan spidol.

    Kumpulkan anak-anak mengelilingi batu-batu halus dan spidol-spidol yang telah Anda siapkan. Minta setiap anak untuk mengambil satu buah batu. Bentuk anak-anak dalam kelompok-kelompok kecil sehingga mereka berbaur -- yang lebih tua dan yang lebih muda. Suruh mereka untuk menulis "Tuhan" di atas batu. Minta anak yang lebih tua untuk membantu anak yang lebih muda.

    Setelah selesai, kumpulkan mereka kembali dalam kelompok besar. Baca Mazmur 121.

    Katakan: Mazmur itu mengatakan kepada kita bahwa Tuhan selalu menjaga kita tetap aman.

    Tanyakan:

    1. Menurut kalian, berapa umur batu itu?
    2. Berapa lama menurut kalian batu itu akan bertahan?

    Katakan:
    Batu itu lebih tua dari kalian, saya, gereja kita, bahkan negara kita. Batu itu sudah ada di sini sejak dahulu. Batu itu akan tetap berada di sini setelah kita mati. Tuhan seperti batu itu. Tuhan selalu ada di sini sejak dulu. Dan kini Tuhan selalu bersama kita dalam Yesus. Itulah yang terjadi saat Paskah. Bawa pulang batu kalian dan lihatlah setiap hari. Ingatlah bahwa Tuhan selalu ada di sini sejak dulu dan akan selalu ada di sini seperti batu itu.

  3. Doa Telur Paskah

    Berikan setiap anak kertas-kertas kecil berisi doa-doa di hari Paskah.

    Berikan setiap anak sebuah plastik telur Paskah kosong.

    Katakan:
    Saya ingin kalian berpikir dan melengkapi pernyataan ini: "Tuhan, Engkau akan selalu hidup. Terima kasih untuk ..."

    Tulis kata-kata itu di atas kertas koran, dan plester koran itu di dinding di mana anak-anak dapat melihatnya.

    Katakan:
    Pada lembaran kertas kecil yang kalian pegang, terdapat kata-kata yang menjadi pelengkap pernyataan itu. Lipat lembaran kertas kecil itu dan masukkan dalam plastik telur. Buka plastik telur itu minggu depan setiap harinya, ambil salah satu kertas kecil, dan bacalah sebagai doa. Anak-anak yang masih kecil dan belum dapat membaca bisa dibantu orang tua dalam membacanya.

    Minta anak-anak membentuk lingkaran doa yang terdiri dari empat sampai enam orang. Minta pula mereka untuk menutup dalam doa setiap kali seorang anak menyelesaikan kalimat ini: "Tuhan, Engkau selalu hidup. Terima kasih untuk ...."

  4. Saatnya Makan di Hari Paskah

    Beri anak-anak selembar kertas gambar berukuran 11 x 7 cm. Sediakan krayon, gunting, kertas berwarna, lem, dan spidol. Suruh anak untuk membuat tatakan meja khusus Paskah yang bisa digunakan saat mereka makan. Anak-anak harus membuat satu tatakan meja khusus untuk seseorang di keluarganya. Beri anak contoh tentang apa yang bisa mereka tempel di tatakan yang mereka buat -- misalnya, sebuah gambar kubur kosong, kata-kata "Yesus bangkit", atau bunga dan kupu-kupu sebagai simbol Paskah. Minta anak yang lebih tua untuk bekerja sama dengan anak yang lebih muda dalam mengerjakannya. (t/Dian)

Doa:
Tutup seluruh rangkaian perayaan Paskah ini dengan doa.

Kategori Bahan PEPAK: Perayaan Hari Raya Kristen

Sumber
Judul Artikel: 
Easter: God is Forever
Judul Buku: 
childrensministry.com

Komentar