Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Menanggapi dengan Kasih


Jenis Bahan PEPAK: Tips

Inilah kabar baik itu: Iman dan kasih lahir di kaki salib Kristus, dan kedua hal itu terungkap dalam kehidupan manusia biasa seperti kehidupan kita.

Dalam suatu organisasi tentunya tidak sedikit konflik yang akan terjadi. Misalnya, salah satu konflik yang sering terjadi biasanya bermula dari sebuah perkataan. Sebenarnya tidak akan menjadi sebuah konflik jika kita dapat menanggapinya dengan penuh kasih. Tetapi, kita tidak selalu yakin tentang apa yang dimaksud dengan tanggapan penuh kasih dalam situasi tertentu. Misalnya, apakah dapat disebut kasih: bila kita mengabaikan perkataan menyakitkan yang dibuat seseorang? Bila kita membuka persoalan itu dan menghadapinya? Bila kita memberitahu seorang sahabat tentang apa yang telah dikatakan orang lain mengenai dia walaupun kita tahu bahwa hal itu akan melukainya? Atau, bila kita diam saja tentang persoalan itu dan terus memberikan perhatian kepada sahabat tersebut?

Garis pedoman berikut ini bisa menolong kita untuk mengetahui apa yang harus dilakukan dalam situasi tersebut:

  1. Pakailah pertimbangan saudara.
    Kita harus menjawab pertanyaan-pertanyaan ini bila ada yang timbul dengan menggunakan pertimbangan yang baik yang sudah diberikan Tuhan kepada kita. Allah tidak memberi kita daftar yang tegas tentang hal-hal yang boleh dan yang tidak boleh untuk dapat kita ikuti. Ia berharap agar kita memakai kebijaksanaan yang kita miliki.

    Sudah tentu pertimbangan kita tidak sempurna. Kemungkinan kita membuat kesalahan dalam mengasihi. Akan ada saat-saat dimana kita harus berkata, "Jika saya bisa mengulanginya lagi, saya akan melakukan hal yang berbeda." Tetapi, jangan biarkan perasaan takut membuat kesalahan itu melumpuhkan dan menghalangi kita untuk bertindak. Lebih baik melakukan apa yang kita pikir merupakan tindakan mengasihi daripada tidak melakukan apa-apa sama sekali karena takut menyakiti hati seseorang.

  2. Baik itu belum tentu benar.
    Kadang-kadang kita dituduh tidak mengasihi padahal yang kita lakukan adalah hal yang paling penuh kasih dalam keadaan itu. Bertindak baik belum tentu berarti bertindak penuh kasih. Beberapa orang paling kasar yang saya kenal adalah juga orang- orang yang paling penuh kasih. Mereka adalah orang-orang beriman dimana saya dapat mempercayakan hidup saya kepada mereka, tetapi mereka mengatakan berbagai hal kepada saya yang sungguh mengecilkan saya. Mereka tidak ingin dilukai, tetapi mereka tidak memikirkan soal yang bersifat baik. Walaupun demikian, mereka bersifat penuh kasih.

    Satu tanggapan yang benar-benar tidak penuh kasih adalah sifat tidak peduli atau hanya memperhatikan diri sendiri. Jika saudara hanya memperhatikan diri saudara sendiri, saudara berada pada pusat dosa.

  3. Diam dapat berarti kasih.
    Hakikat kasih adalah sanggup memperhatikan seseorang ketika reaksi saudara sebenarnya tidak baik atau bahkan sangat menyakitkan. Karena mengasihi, saudara menjaga diri dan tetap diam. Di kemudian hari saudara mungkin perlu mengatakan sesuatu, tetapi sekarang ini saudara diam demi kasih saudara.

Mendesak untuk memberikan kata akhir bukan merupakan tanggapan penuh kasih. Hal terakhir yang dikatakan mungkin merupakan hal yang paling buruk. Orang biasanya paling berat mengatakan, "Saya minta maaf." Tetapi bila seseorang mengatakannya, itulah permulaan dari sesuatu yang baru. Perselisihan berakhir, dan hubungan mulai bertumbuh lagi.

"Kita mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasihi kita." (1Yohanes 4:19) Jikalau kita memiliki iman di dalam Kristus, yang mengasihi dan tidak pernah berhenti mengasihi, maka kita bisa melakukan untuk orang lain seperti apa yang telah Kristus perbuat bagi kita.

Kategori Bahan PEPAK: Guru - Pendidik

Sumber
Judul Buku: 
Pola Hidup Kristen Penerapan Praktis
Halaman: 
339 - 341
Penerbit: 
Kerja Sama antara Gandum Mas, Yayasan Kalam Hidup, dan YAKIN
Kota: 
Malang, Bandung, dan Surabaya
Tahun: 
2002

Komentar