Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Apakah Allah Menjaga Saya?


Jenis Bahan PEPAK: Bahan Mengajar

Pada suatu ketika ada seorang gembala yang mempunyai banyak domba. Ia menyewa beberapa orang untuk membantunya menjaga domba-domba itu.

Setiap malam sang gembala bersama para pembantunya secara bergiliran menjaga domba-domba itu. Mereka mengawasi domba-domba itu agar tidak dimakan serigala.

Pada suatu malam salah seorang pembantunya tertidur pada saat ia seharusnya menjaga. Serigala-serigala itu datang dan membunuh beberapa ekor dombanya. Seandainya kamu adala sang gembala, apakah yang akan kamu katakan kepada pembantunya itu?

Renungan Singkat tentang Tanggung Jawab Menjaga Seseorang:

  1. Kesalahan apakah yang telah dilakukan pembantunya itu?
    Apakah yang seharusnya dilakukannya?
    Apakah yang terjadi akibat perbuatannya itu?
  2. Pernahkah ayah atau ibumu menyuruh kamu menjaga adikmu yang kecil selama beberapa waktu? Atau pernahkah mereka menyuruhmu menjaga sesuatu? Apakah kamu melakukannya dengan baik?

Tahukah kamu bahwa Allah menjagamu siang dan malam? Ia tidak pernah tertidur, sekalipun kamu sedang tertidur. Ia menjagamu setiap saat. Apa yang akan kamu katakan kepada-Nya karena ia menjagamu setiap saat?

Renungan Singkat tentang Allah dan Kamu:

  1. Apakah Allah akan pernah tertidur pada saat ia seharusnya menjagamu? Mengapa tidak? Bagaimana perasaanmu atas pemeliharaan Allah terhadap dirimu itu?
  2. Maukah kamu berterima kasih kepada-Nya karena telah menjagamu dengan baik sekali? Mengapa tidak kamu lakukan hal itu sekarang juga?

Bacaan Alkitab:
Mazmur 121:1-8

Kebenaran Alkitab:
Tuhan, yang menjagamu, tidak akan pernah tertidur (Mazmur 121:3,4)

Doa:
Terima kasih ya Tuhan Yesus, karena Engkau menjaga saya siang dan malam. Tolonglah saya agar setia pada waktu saya diminta untuk menjaga orang lain. Amin!

Kategori Bahan PEPAK: Pengajaran - Doktrin

Sumber
Judul Buku: 
100 Renungan Singkat untuk Anak-anak
Pengarang: 
V. Gilbert Beers
Halaman: 
92 - 93
Penerbit: 
Yayasan Kalam Hidup
Kota: 
Bandung

Komentar