Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Bayi yang Tidak Dapat Disembunyikan


Jenis Bahan PEPAK: Bahan Mengajar

AYAT ALKITAB:
Keluaran 2:1-9

CERITA
Musa adalah seorang bayi mungil yang hidup beribu-ribu tahun yang lalu. Tubuhnya sehat dan wajahnya menarik. Ia tinggal bersama ayah, ibu, saudara perempuan, dan saudara laki-lakinya di sebuah rumah kecil di tepi sungai. Tak seorang pun yang tahu bahwa bayi Musa tinggal di sana karena keluarganya tidak berani menceritakan hal itu kepada siapa pun. Itu merupakan suatu rahasia besar. Raja yang jahat itu takut terhadap bangsa Israel. Oleh karena itu, ia memerintahkan supaya semua bayi laki-laki Israel dibunuh. Jadi, ibu Musa menyembunyikan bayinya ketika ia dilahirkan sehingga ia tidak sampai dibunuh.

Miryam, kakak perempuannya dan Harun, kakak laki-lakinya menolong orang tua mereka memelihara bayi itu. Mereka sangat sayang kepadanya. Pada suatu hari ibunya berkata, "Bayi kita sudah bertumbuh lebih besar sekarang dan tidaklah aman bila kita terus menyembunyikan dia di dalam rumah. Seseorang dapat mendengar tangisnya."

Ibu Musa mengasihi Allah. Ia berdoa kepada Dia supaya diberi suatu cara untuk menyelamatkan bayinya. Pada sore harinya ia pergi ke sungai dan memotong rumput alang-alang panjang yang tumbuh di situ.

"Apakah yang Ibu sedang lakukan dengan rumput-rumput itu?" tanya Miryam ketika ia melihat ibunya menganyam rumput-rumput itu.

"Ibu sedang membuat sebuah keranjang kecil yang dapat mengapung di atas air," jawab ibunya. "Kalau keranjang ini sudah selesai, ibu akan memasang sebuah kasur kecil di dalamnya untuk bayi kita. Kita akan menaruh bayi ke dalam keranjang ini dan menyembunyikannya di antara rumput-rumput di tepi sungai."

"Siapa yang akan memelihara bayi kita?" tanya Miryam.

"Tuhan akan memeliharanya," jawab ibu.

Keesokan paginya ibu dan Miryam meletakkan bayi itu ke dalam keranjang itu. Kemudian mereka menyembunyikan keranjang itu di antara alang-alang tinggi yang tumbuh di sungai. Air mengombang- ambingkan keranjang itu turun naik dan tak lama kemudian bayi Musa tertidur. Sangat sukar bagi ibu untuk meninggalkan bayinya karena ia tahu di dalam sungai itu ada buaya. Tetapi ibu percaya bahwa Allah akan menjaga dan memelihara dia.

Miryam bersembunyi di antara rumput-rumput untuk mengawasinya. Tak lama kemudian ia mendengar suara orang. Ada yang datang, makin lama makin mendekat, makin lama makin keras terdengar suaranya. "Oh, saya harap bayi itu tidak menangis," pikir Miryam. "Seseorang pasti akan menemukan dia bila ia menangis." Miryam tidak lupa bahwa Allah sedang menjaga bayi Musa dan tidak akan membiarkan bahaya mengancamnya.

Sementara Miryam menjaga, ia melihat serombongan wanita datang. Putri Firaun dengan dayang-dayangnya datang ke sungai itu untuk mandi. Ketika ia masuk ke dalam air, putri Firaun melihat sebuah keranjang di antara alang-alang yang tinggi.

"Bawalah keranjang itu kepadaku," kata putri Firaun itu kepada salah seorang dayangnya.

Segera dayang itu mengangkat keranjang itu dari air dan membawanya kepada putri Firaun. Miryam sangat ketakutan. Apakah yang akan terjadi dengan adik laki-lakinya?

Betapa terkejutnya putri Firaun itu ketika ia membuka keranjang itu. Ia melihat seorang bayi laki-laki yang mungil di dalamnya. Bayi Musa terbangun dari tidurnya dan mulai menangis.

"Bayi yang mungil," kata putri Firaun sambil menggendong bayi itu. "Mengapa ia harus berada di sungai ini? Saya akan memelihara dia."

Miryam hampir-hampir tidak mempercayai pendengarannya. Ia berlari menghampiri putri Firaun itu dan berkata, "Apakah Tuan Putri memerlukan seorang pengasuh untuk memelihara bayi ini?"

"Ya," jawab putri Firaun itu. "Carikanlah seorang pengasuh yang dapat mengasuh bayi ini untukku."

Cepat-cepat Miryam berlari pulang dan menceritakan kepada ibunya, bagaimana putri Firaun telah menemukan bayi Musa dan sekarang ia mencari seorang pengasuh yang dapat merawat bayi itu. Ibu segera pergi menghadap putri Firaun.

"Rawatlah bayi ini untukku," kata putri Firaun itu kepada ibu, "dan aku akan memberi upah yang besar kepadamu." Jadi, bayi Musa dibawa kembali ke rumahnya sendiri. Ini adalah rencana Allah untuk memelihara bayi Musa dan menyelamatkannya. Sebelumnya kehadirannya selalu dirahasiakan. Tetapi sekarang ia menjadi bayi yang menjadi bahan pembicaraan orang, bahkan juga di istana.

Ibu dan kakak perempuannya menolong memelihara bayi itu. Allah mempunyai suatu rencana untuk bayi itu bila ia sudah besar kelak. Itulah sebabnya, Tuhan tidak membiarkan dia berada dalam bahaya. Marilah kita mengucap syukur kepada Allah Bapa surgawi yang telah memelihara bayi Musa.

SARAN-SARAN UNTUK KEGIATAN
Tolonglah anak-anak memikirkan apa yang mungkin dilakukan Miryam untuk menolong dan apa yang dapat mereka lakukan juga untuk menolong. Jangan mengabaikan kenyataan bahwa Allahlah yang sebenarnya menunjukkan apa yang harus dilakukan mereka untuk menolong bayi Musa.

DOA
"Bapa kami yang ada di surga, kami bersyukur bahwa Engkau memelihara bayi Musa. Kami bersyukur atas ibu dan kakak perempuan Musa yang telah menolongnya. Kami bersyukur karena Engkau juga mengasihi dan memelihara kami. Allah Bapa, berkatilah setiap anak dan peliharalah kami semuanya. Pelihara kami sepanjang hari ini. Dalam nama Yesus. Amin."

Kategori Bahan PEPAK: Pengajaran - Doktrin

Sumber
Judul Buku: 
Cerita Alkitab yang Suka Kudengarkan: Seri Cerita Alkitab untuk Anak-anak
Pengarang: 
Grace Suwanti Tjahya dan Ridwan Sutedja
Halaman: 
20 - 22
Penerbit: 
Kalam Hidup
Kota: 
Bandung

Komentar