Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Mengadakan Kunjungan yang Berhasil


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Kunci bagi berhasilnya perkembangan Sekolah Minggu adalah kunjungan. Setiap Sekolah Minggu harus mencantumkan "kunjungan" dalam programnya. Agar program kunjungan dapat berhasil dengan baik, diperlukan satu rapat khusus yang membahas mengenai hal ini. Rapat tersebut berfaedah sekali dalam mempersiapkan guru-guru SM/pekerja- pekerja Saudara dalam hal ini. Perkenalkan pokok ini dengan membagi- bagikan daftar pertanyaan-pertanyaan berikut kepada para guru SM/pekerja pada waktu mereka tiba di rapat.
  1. Pernahkah Saudara mengunjungi seorang calon anggota? Bagaimana hasilnya?
  2. Apakah Saudara senang membuat kunjungan? Hal apakah yang Saudara takuti mengenai kunjungan?
  3. Maukah Saudara mengunjungi orang-orang baru, jika Saudara merasa bersiap sedia?
  4. Apa yang ingin Saudara pelajari tentang hal membuat kunjungan?
Kumpulkan daftar-daftar pertanyaan itu dan bacalah sebagian dari jawaban-jawaban itu tanpa menyebutkan nama orang yang mengerjakannya. Tolonglah para pekerja menyadari bahwa setiap orang merasa segan mengunjungi orang-orang yang belum dikenalnya. Terangkanlah bahwa seringkali para pekerja diminta mengunjungi orang-orang baru, tetapi mereka tidak diberitahu caranya membuat kunjungan itu. Banyak yang sungguh-sungguh ingin mengunjungi, tapi sama sekali tidak mengetahui caranya. Rapat ini dimaksudkan untuk menunjukkan cara mengadakan kunjungan yang efektif. Dua jenis kunjungan akan dibahas, yaitu mengunjungi orang baru dan mengunjungi seorang yang absen dari Sekolah Minggu.

Mengunjungi Orang Baru

Bahan berikut dapat disajikan oleh beberapa orang, dengan seorang ketua menanyakan pertanyaan-pertanyaan sebagai penuntun pembahasan, atau dalam bentuk ceramah. Jika metode ceramah yang digunakan, jangan lupa menyediakan sebuah poster yang memperlihatkan pokok- pokok yang penting. Atau gunakan papan tulis untuk mencatat garis besarnya.

Mempersiapkan Kunjungan

Pertama-tama, kumpulkanlah keterangan mengenai calon anggota itu sebelum Saudara mengunjunginya. Carilah keterangan mengenai keluarganya, mata pencahariannya, kesukaannya, dll. Kedua, perhatikan bagaimana keadaan lahir/fisik Saudara. Berpakaianlah sedemikian agar menyenangkan tuan atau nyonya rumah. Ketiga, rencanakanlah mengadakan kunjungan itu pada saat yang menyenangkan. Jangan datang pada waktu makan atau mendekati waktu tidur. Jika mungkin, adakan perjanjian sebelumnya. Keempat, pilihlah beberapa bacaan yang baik untuk ditinggalkan di rumah itu, misalnya selembar traktat yang cocok, atau bahan-bahan rohani lainnya. Jangan lupa mencantumkan sejelas-jelasnya nama dan alamat gereja agar mereka tahu. Kelima, berdoalah meminta bimbingan. Mohonlah kepada Tuhan untuk mengaruniai Saudara suatu beban bagi orang-orang yang hendak Saudara kunjungi. Mohon kepada Roh Kudus untuk menyediakan jalan bagi kunjungan Saudara.

Mengadakan Kunjungan

Dekatilah rumah itu dengan keyakinan dan senyuman, sekalipun mungkin Saudara tidak merasa demikian. Saudara mempunyai berita yang luar biasa dan penting untuk dibagi-bagikan. Bersiapsedialah untuk bermacam-macam sambutan. Saudara mungkin disambut dengan hangat, atau Saudara mungkin mendapat sambutan dingin. Perkenalkan diri Saudara dan nyatakan maksud kedatangan Saudara.

Jika Saudara tidak dipersilakan masuk, tanggapilah dengan ramah, tanyalah jika dia suka dikunjungi pada waktu yang lebih sesuai baginya, tinggalkan bahan-bahan bacaan, ucapkan terima kasih, dan pergilah.

Jika Saudara dipersilakan masuk, mulailah pembicaraan. Tanyalah mengenai keadaan keluarga mereka. Bersikaplah ramah. Jadilah seorang pendengar yang baik. Mulailah mengutarakan maksud kunjungan Saudara. Berbicaralah mengenai gereja dan Sekolah Minggu dan pelayanan ke rumah itu. Pusatkan perhatian pada bahan yang telah Saudara bawa. Ikutilah pimpinan Roh Kudus. Sekali-kali jangan terlibat dalam perselisihan atau perdebatan.

Usaha Tindak Lanjut dalam Kunjungan

Catatlah hasil-hasil kunjungan itu. Camkanlah perhatian dan sikap- sikap mereka. Tentukan apakah kunjungan lain harus diadakan. Beritahukan hasil-hasil kunjungan Saudara kepada guru-guru dan pekerja lain di gereja. Jika perlu, aturlah untuk menjemput mereka.

Saudara mungkin ingin mengambil waktu untuk menunjukkan beberapa cara di atas kepada guru-guru SM/pekerja-pekerja. Mintalah beberapa orang yang berpengalaman untuk berperan sebagai pengunjung- pengunjung. Perankan beberapa tanggapan dan cara mengatasinya. Jika waktu mengijinkan, bagilah dalam tiga atau empat kelompok dan latihlah hal membuat kunjungan.

Mengunjungi Seorang yang Absen dari Sekolah Minggu

Dalam beberapa hal mengunjungi seorang yang absen berbeda dengan mengunjungi calon anggota. Orang yang absen itu telah mengenal pekerja-pekerja dan program gereja. Pengunjung mungkin sekali dikenal olehnya. Orang yang absen dan keluarganya telah mempunyai pandangannya sendiri mengenai Sekolah Minggu dan guru itu. Maksud kunjungan kepada orang yang absen adalah mendorongnya untuk hadir tetap. Orang yang absen itu perlu mengetahui bahwa gereja tidak melupakan dia, tetapi masih tetap memperhatikan dia.

Beberapa prinsip perlu diingat pada waktu mengunjungi orang-orang yang absen. Pertama-tama, beritahukan kepada orang yang absen itu bahwa ketidakhadirannya diperhatikan dan bahwa kehadirannya itu penting bagi Saudara dan bagi kelas. Kedua, bawalah sesuatu untuknya, misalnya gambar Sekolah Minggu, atau undangan ke pertemuan ramah tamah. Ketiga, cobalah mengetahui sebab-sebab ketidakhadirannya dan sarankan beberapa cara untuk mengatasinya. Hati-hati jangan sampai kelihatan terlalu banyak bertanya. Keempat, akuilah bahwa dalam beberapa keadaan tidak dapat diadakan kunjungan pribadi. Anggota-anggota lain dalam keluarga itu mungkin tidak akan senang bila sering diadakan kunjungan pribadi. Anggota-anggota lain dalam keluarga itu mungkin tidak akan senang bila sering diadakan kunjungan. Orang yang absen itu mungkin tinggal di rumah dengan maksud agar dikunjungi. Dalam hal-hal sedemikian jenis hubungan lain harus dibuat, misalnya hubungan melalui telepon, atau sepucuk surat, atau kartupos.

Kunci bagi berhasilnya program kunjungan kepada orang yang absen adalah menetapkan satu sistem tertentu. Setiap guru harus benar- benar mengetahui apa yang diharapkan daripadanya. Harus selalu ada suatu cara bagi pekerja untuk membuat laporan mengenai usaha-usaha tindak lanjut yang dilakukannya. Pertanggungan jawab dan penghargaan adalah penting bila kunjungan tetap diinginkan. Jika Saudara mempunyai satu peraturan tertulis mengenai kunjungan kepada yang absen, dalam rapat ingatkan pekerja-pekerja mengenai hal itu. Jika Saudara tidak mempunyai satu sistem tertentu, mungkin inilah waktu yang baik untuk membahas persoalan itu dan mulai mengaturnya.

Kategori Bahan PEPAK: Pelayanan Sekolah Minggu

Sumber
Judul Buku: 
Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 1
Halaman: 
277 - 278
Penerbit: 
Yayasan Penerbit Gandum Mas
Kota: 
Malang
Tahun: 
1997

Komentar