Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Setitik Kasih di Balik Kandang Natal


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Apakah di gereja Anda selalu memasang dekorasi kandang Natal? Ternyata di balik dekorasi tersebut, ada suatu kisah indah yang dapat kita jadikan renungan untuk masa-masa Natal ini.

SETITIK KASIH DI BALIK KANDANG NATAL

Santo Fransiskus Asisi dipercaya sebagai pencetus dibuatnya dekorasi kandang Natal yang pertama kali. Pada zaman dahulu, orang-orang sepertinya tidak dapat memahami atau membayangkan kondisi sewaktu Yesus lahir. Mereka tak dapat membayangkan bagaimana kelahiran Yesus ´dihadiri´ oleh kawanan ternak, para gembala, dan orang Majus dari Timur.

Pada tahun 1223, St. Fransiskus membuat dekorasi kandang Natal yang pertama di Gereja Greccio, dekat Asisi, Italy. Pada mulanya, ia hanya meletakkan tiga tokoh Natal, Yesus, Maria, dan Yusuf dalam kandang Natal itu. Namun pada tahun-tahun selanjutnya, ia menambahkan tokoh-tokoh lain, seperti para gembala, hewan-hewan ternak, orang Majus Timur, dan malaikat. Tak lama kemudian, tradisi itu tersebar luas ke seluruh Eropa.

Selanjutnya, dekorasi kandang Natal itu mendapat polesan modernitas seperti yang kita jumpai pada masa kini. Banyak pabrik yang membuat dekorasi kandang Natal itu dalam bentuk satu set yang indah, anak- anak sekolah menambahkan bintang yang dilapisi kertas aluminium foil agar tampak mengkilat, dan lain-lain.

Dekorasi kandang Natal itu pada mulanya dibuat untuk menolong kita untuk melihat kembali suasana kelahiran Yesus sekitar 2000 tahun yang lalu. Namun, agaknya sekarang orang meletakkan dekorasi kandang Natal hanya untuk mempercantik dekorasi Natal. Orang bahkan seringkali lupa akan makna dibalik kesederhanaan itu. Yesus tidak lahir di tengah-tengah gemerlapnya dunia atau di tengah orang-orang yang memang sengaja menantikan kehadiran-Nya.

Dia hadir di tengah ketidaksadaran kita. Dia menghembuskan nafas kasih lewat kesederhanaan yang jarang sekali, bahkan tak pernah, tersentuh oleh kita. Namun kasih itu begitu kuat, sehingga membekas dalam pada sanubari kita yang telah hidup di alam modern. Ya, mungkin kita perlu meletakkan dekorasi kandang Natal itu dalam hati kita masing-masing, agar kita tidak akan lupa bahwa Yesus hadir dengan begitu sederhana dan tanpa kita sadari telah menguatkan hati kita.

Sumber:
Judul Artikel:Setitik Kasih di Balik Kandang Natal
Pengarang:EC.K. Widyaningsih
Penerbit:Gloria Cyber Ministries
Situs:http://www.glorianet.org/natal/nataseti.html

Kategori Bahan PEPAK: Perayaan Hari Raya Kristen

Sumber
Judul Artikel: 
Setitik Kasih di Balik Kandang Natal
Pengarang: 
C.K. Widyaningsih
Penerbit: 
Gloria Cyber Ministries

Komentar