Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Watak dan Kepribadian Kristen


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Berbicara tentang bagaimana mempunyai watak hidup kekristenan yang sesuai dengan Alkitab merupakan pembahasan yang sangat luas. Hal ini merupakan tugas dan fungsi akhir dari pendidikan Kristen. Mengapa kita mendirikan Sekolah Kristen? Mengapa ada Sekolah Minggu? Mengapa ada guru-guru agama Kristen dan guru-guru Sekolah Minggu? Justru kita sebagai seorang Kristen, selain memberikan hidup kepada orang-orang yang kita didik, selain kita mengharapkan mereka memiliki hidup di dalam (inward life) yang sudah dilahirkan kembali, mereka juga membentuk karakter di luar (outward character). Hidup itu merupakan pekerjaan Roh Kudus melalui Firman yang kita kabarkan, melalui Injil yang kita tegakkan sebagai pusat iman, kita melahirkan mereka melalui kuasa Injil dan Firman oleh Roh Kudus di dalam kuasa Allah. Setelah itu kita mendidik mereka di dalam karakter Kristen.

Mendidik karakter kekristenan merupakan hal yang sangat penting. Saudara perlu memiliki kasih, perlu memiliki kesucian, kebajikan, keadilan. Ada beberapa prinsip yang penting di dalam membentuk karakter seorang murid, yaitu:

  1. Kasih
  2. Keadilan
  3. Bijaksana
  4. Kebajikan
  5. Keberanian
  6. dan beberapa yang lain.
Kasih dan keadilan yang dilakukan secara benar dan seimbang akan menghasilkan bijaksana. Hasil dari keseimbangan ini akan mendatangkan kuasa yang sangat luar biasa. Bijaksana adalah satu rahasia untuk memberikan keseimbangan antara cinta kasih dan keadilan, dan hasil daripada keseimbangan ini akan memberikan pengaruh yang luar biasa dalam hidup kita. Kebajikan dan keberanian menjadi dasar untuk hidup dan berjuang di dalam masyarakat.

Pembentukan karakter Kristen membutuhkan kasih yang sungguh-sungguh, keadilan yagn tegas, bijaksana untuk mengatur keduanya dan kebajian serta keberanian untuk meneruskan seluruh kehidupannya.

Kategori Bahan PEPAK: Pengajaran - Doktrin

Sumber
Judul Buku: 
Seni Membentuk Karakter Kristen
Pengarang: 
Dr. Mary Go Setiawani & Pdt. Dr. Stephen Tong
Halaman: 
100 - 114
Penerbit: 
Lembaga Reformed Injili Indonesia

Komentar