Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Memulai Pengajaran Baru di Sekolah Minggu


Jenis Bahan PEPAK: Tips

Acara kenaikan kelas dapat direncanakan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Sekolah Minggu masing-masing. Acara kenaikan kelas bisa diadakan secara bersama atau bahkan digabung dengan acara Penetapan Pekerja/guru Sekolah Minggu.

Untuk mengawali acara tahun ajaran baru ini, Sekolah Minggu dapat mengadakan KKR atau ibadah umum yang diikuti oleh semua anak Sekolah Minggu, guru Sekolah Minggu dan pemimpin Sekolah Minggu, yang dilanjutkan dengan acara kenaikan kelas dan acara Penetapan Pekerja.

Pada acara kenaikan kelas, anak-anak dalam kelompok-kelompok kelas yang baru ini didoakan secara bergiliran misalnya: pertama anak Balita dulu, berikutnya anak Kelas Pratama, Madya, dan Tunas Remaja.

Untuk menambah kesan istimewa pada acara kenaikan kelas ini, anak- anak dapat diberi sertifikat kenaikan kelas (sebagian Sekolah Minggu sudah mulai memberikan rapor pada anak-anak Sekolah Minggu), bisa juga diberikan hadiah kecil untuk kenang-kenangan, misalnya hadiah Alkitab atau renungan harian anak untuk anak-anak kelas Pratama karena pada umur itu mereka sudah lancar membaca.

Pada acara Penetapan Pekerja, mula-mula para guru dan pemimpin Sekolah Minggu diperkenalkan pada anak-anak. Selanjutnya pembimbing atau pendeta yang bertugas memimpin jalannya ibadah bersama dapat memberikan sedikit pengantar mengenai pentingnya Pelayanan Anak dan betapa mulianya panggilan mereka untuk melayani. Setelah itu para guru dan pemimpin Sekolah Minggu dipanggil supaya berdiri di depan altar untuk mengucapkan janji, lalu pembimbing atau pendeta mendoakan mereka.

Sebuah contoh janji guru Sekolah Minggu, misalnya:
(Janji diucapkan secara bersama-sama.)

"Dengan pertolongan Allah, saya akan berusaha sebaik-baiknya untuk mengajarkan Firman Allah, menjelaskan jalan keselamatan, memimpin murid-murid saya kepada Kristus dan mengarahkan mereka di dalam Firman, kehendak dan jalan-Nya. Saya akan setia menghadiri Sekolah Minggu. Saya akan mengunjungi murid-murid saya yang absen, pengunjung-pengunjung, calon-calon murid dan anggota-anggota tetap. Saya akan menghadiri rapat-rapat pekerja dan kursus-kursus pendidikan. Saya juga akan berdoa bagi murid-murid saya, rekan- rekan saya dan pelayanan saya. Saya akan terus belajar untuk meningkatkan pelayanan saya."
Setelah seluruh acara selesai, para guru Sekolah Minggu dapat membawa anak-anak ke kelasnya masing-masing.

Hal yang perlu dilakukan guru Sekolah Minggu untuk memulai pengajaran baru di kelasnya adalah:

1. Persiapan Pribadi

Sebelum memulai kelasnya yang baru ini, guru sebaiknya memiliki persiapan pribadi yang cukup matang, sehingga pertemuan pertama dapat berjalan dengan lancar.

2. Berusaha Mengenal Mereka

Hal yang perlu dilakukan untuk mengenal anak-anak adalah menciptakan suasana keterbukaan dan persahabatan di dalam kelas sehingga anak-anak akan melihat guru sebagai pribadi yang menyenangkan dan yang mau memperhatikan kebutuhan mereka. Hal ini dapat mengurangi kecanggungan yang dirasakan anak-anak saat pertama kali masuk kelas baru.

Selanjutnya guru juga dapat mengadakan acara ramah-tamah atau permainan. Tujuannya untuk menghilangkan kebekuan dan menolong anak maupun guru saling mengenal satu sama lain dengan sebaik-baiknya. Selain itu, guru juga akan memperoleh pengertian yang lebih baik mengenai keadaan masing-masing anak.

3. Bersandar pada Roh Kudus

Hal terpenting dalam memulai kelas baru adalah tetap memohon pertolongan Roh Kudus agar guru Sekolah Minggu peka terhadap tanda-tanda, baik dalam percakapan maupun tingkah laku anak, yang dapat menunjukkan kebutuhan-kebutuhan khusus dalam diri dan kehidupan anak-anak tersebut. Dengan demikian guru dapat benar-benar mengenal anak-anak itu dan mengetahui kebutuhan pribadi tiap-tiap anak sehingga dapat melayani mereka dengan efektif.

Kategori Bahan PEPAK: Pelayanan Sekolah Minggu

Sumber
Judul Buku: 
Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 2
Halaman: 
58 - 59; 199 - 200
Penerbit: 
Yayasan Penerbit Gandum Mas
Kota: 
Malang
Tahun: 
1996

Komentar