Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Seputar Hal Bermain


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Bermain sangat penting bagi anak sebab bermain adalah bekerja bagi anak. Bermain juga merupakan cara belajar yang bersifat alami. Dunia anak adalah dunia bermain. Dengan melihat ibunya yang sedang memasak di dapur, anak dapat bermain dan belajar memasak dengan kompor kecilnya atau bermain meniru seperti dokter memeriksa pasien atau bermain membuka toko-toko dagangan, bahkan naik ke planet bulan pun bisa dijadikan permainan. Demikianlah anak belajar dalam bermain. Dengan bermain peran sebagai seorang dokter, mereka sebenarnya sedang belajar mengatasi ketegangan dan ketakutan terhadap dokter.

FUNGSI DAN NILAI BERMAIN

  1. Melatih fisik.
    Bermain merupakan latihan olahraga yang terbaik bagi tubuh. Karena bermain dapat membina kemampuan anak dalam berolahraga, kecerdasan, dan ketangkasan otak.
  2. Belajar hidup bersama/berkelompok.
    Bermain adalah kesempatan yang baik bagi anak untuk terjun ke dalam kelompok dan belajar menyesuaikan diri dalam kehidupan yang harmonis di masyarakat.
  3. Menggali potensi diri sendiri.
    Dengan bermain, anak diberi kesempatan untuk menyelesaikan kesulitan dengan kemampuan dirinya sendiri.
  4. Menaati peraturan.
    Orang dewasa harus membantu anak bersikap sportif dalam bermain dan membimbing mereka untuk menaati peraturan.

PRINSIP MEMILIH PERMAINAN

  1. Beri permainan yang dapat mengembangkan fisik.
  2. Perlu ada keseimbangan antara permainan yang bersifat tenang dan yang banyak bergerak dalam ruangan atau di luar ruangan.
  3. Berikan macam-macam permainan untuk memusatkan perhatian mereka.
  4. Sediakan permainan atau kegiatan yang bertujuan memberikan pengalaman belajar bagi mereka.
  5. Pilihlah permainan yang sesuai dengan usia mereka.
  6. Persiapkan seorang atau orang dewasa untuk memimpin mereka dalam bermain atau berekreasi.
  7. Berikan kesempatan untuk menggunakan daya imaginasi dan kreativitas mereka.

RENCANA BERMAIN DAN KEGIATAN

Dalam merencanakan permainan atau kegiatan ada enam hal dasar yang harus dipertanyakan:

  1. Siapa? -- Bagaimana sifat, kebutuhan, hobi, dan kemampuan peserta?
  2. Mengapa? -- Apa tujuan permainan itu?
  3. Apa? -- Apa inti dari permainan itu? Bagaimana jenis permainan itu?
  4. Di mana? -- Apakah tempatnya sesuai dengan sifat permainan itu? Di dalam atau di luar ruangan?
  5. Kapan? -- Setiap minggu atau setiap bulan? Berapa lama?
  6. Bagaimana? -- Bagaimana merencanakannya? Bagaimana aturan permainannya, caranya, dan materinya?

PERMAINAN YANG BERMAKNA PENDIDIKAN

  1. Permainan kekeluargaan.
    Permainan ini membuat anak belajar tentang keadaan di rumah. Bagaimana hidup saling mengasihi dengan saudara yang lain dan belajar melakukan pekerjaan rumah tangga.
  2. Permainan berjualan.
    Permainan ini dapat membantu anak mengenal mata uang dan sopan santun sikap dalam berjualan, dapat mengenal perbedaan benda- benda dan bahan-bahan, serta belajar menghitung uang.
  3. Permainan pesta/mengundang tamu.
    Permainan ini dapat membantu anak mengenal sopan santun dalam pergaulan, menyiapkan makanan yang ringan, menata meja, piring dan lain-lain. Bagaimana menjadi tuan rumah yang menyambut tamu.
  4. Permainan lalu-lintas.
    Melalui permainan ini anak dapat belajar tentang banyak peraturan dan tanda lalu-lintas atau tanggung jawab seorang polisi. Ia dapat pula mengenal fungsi setiap kendaraan: mobil pemadam kebakaran, ambulans, mobil polisi, mobil/truk barang.

Memang permainan yang cocok mendatangkan manfaat yang baik dalam segi fisik maupun dalam segi psikis. John Dewey berkata,

"Di luar sekolah anak selalu bermain dan bekerja, dan hasil didikan yang diperoleh tidak lebih adalah hasil dari bermain dan bekerja."

Jean-Jacques Rousseau berkata bahwa pelajaran yang diperoleh anak di lapangan bermain jauh lebih besar 100 kali lipat dibandingkan dengan pelajaran yang dipelajari di kelas. Seorang ahli pendidikan, Karl Gross, juga mengatakan bahwa bermain merupakan suatu persiapan peranan dalam proses pertumbuhan. Sedangkan Martinus Jan Langeveld berpendapat bahwa dasar etika agama dapat bertumbuh melalui permainan.

Kategori Bahan PEPAK: Program Khusus Anak

Sumber
Judul Buku: 
Menerobos Dunia Anak
Pengarang: 
Dr. Mary Go Setiawani
Halaman: 
41 - 44
Penerbit: 
Yayasan Kalam Hidup
Kota: 
Bandung
Tahun: 
2000

Komentar