Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Bagaimana Menghidupkan Sekolah Minggu?


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Pada umumnya, gereja yang mendirikan Sekolah Minggu. Namun bisa juga terjadi dari Sekolah Minggu didirikan gereja. Bagaimana pun kondisinya, Sekolah Minggu merupakan salah satu alat pekabaran Injil dan pembinaan iman yang sangat strategis dan menentukan proses pertumbuhan serta perkembangan gereja.

Ada dua hal penting yang harus mendapat perhatian khusus bila menginginkan Sekolah Minggu anda HIDUP, dinamis, dan bertumbuh, hal yang pertama adalah VISI dan yang kedua adalah PENGETAHUAN.

1. Visi

"Bila tidak ada wahyu (visi), menjadi liarlah rakyat." (Amsal 29:18)

Anda harus mengetahui dengan jelas maksud dan tujuan Sekolah Minggu didirikan. Sekolah Minggu hadir di gereja bukan berfungsi sebagai "tempat penitipan anak" sementara para orang dewasa mengikuti kebaktian. Sekolah Minggu hadir di gereja sebagai sarana mengajarkan Firman Tuhan pada anak-anak; untuk menuntun anak mengenal jalan keselamatan di dalam Yesus Kristus dan turut melengkapi anak untuk setiap perbuatan yang baik (2 Tim 3:16-17).

Mendirikan Sekolah Minggu jelas memerlukan sebuah perencanaan yang matang. Hanya panggilan Tuhanlah yang dapat menggerakkan seseorang untuk memulai pekerjaan ini dengan benar dan menghasilkan buah. Datangnya masalah justru menjadi kesempatan untuk makin menempa serta menguatkan keberadaan Sekolah Minggu tersebut. Ujian demi ujian juga akan makin memurnikan anda untuk makin setia dan tekun melayani-Nya.

Berdoa dengan tiada henti adalah salah satu syarat mutlak dalam usaha merintis sebuah pelayanan Sekolah Minggu. Doa dibutuhkan tidak hanya saat Sekolah Minggu menghadapi masalah/hambatan seperti: jumlah murid yang cenderung menurun, guru yang tidak bersemangat, atau kurangnya dana. Segala hal, baik itu permasalahan atau keberhasilan Sekolah Minggu tetap harus dibawa dalam doa kepada Tuhan.

2. Pengetahuan

Banyak pemimpin gereja maupun pekerja Sekolah Minggu mempunyai visi untuk membangun Sekolah Minggu yang besar, tetapi tidak sedikit dari mereka yang kurang memiliki pengetahuan. Akibatnya Sekolah Minggu yang mereka kelola tidak dapat bertumbuh atau berkembang dengan maksimal.

Beberapa pengetahuan yang diperlukan untuk mengelola Sekolah Minggu sebenarnya dapat diperoleh dari berbagai sumber, misalnya: ceramah/seminar/lokakarya, tulisan dari berbagai buku, majalah, jurnal, melakukan studi banding, dan sebagainya.

Secara singkat, ada beberapa hal penting yang harus diketahui untuk dapat mengelola Sekolah Minggu dengan lebih baik dan terarah:

2.1 Sumber Daya Manusia

Para pelayan di Sekolah Minggu, entah itu pendeta/pembimbing, guru, atau staf administrasi haruslah memiliki visi yang sama, dan masing-masing harus pula mengetahui "peran" apa yang diharapkan dari mereka serta mempunyai kemampuan/ketrampilan bagaimana melakukan peran tersebut.

Pembimbing Sekolah Minggu sedikit banyak harus belajar bagaimana berorganisasi dan membina hubungan dengan berbagai jenis orang. Beberapa tips manajemen praktis seperti perencanaan, pendelegasian tugas, teknik memotivasi orang, dan sebagainya, perlu pula dipelajari guna menunjang pelaksanaan Sekolah Minggu maupun terbinanya hubungan yang sehat di antara para pekerja Sekolah Minggu.

2.2 Program

Merencanakan sebuah program Sekolah Minggu tidaklah mudah. Selain hal tersebut melibatkan kepentingan orang banyak juga membutuhkan wawasan dan pemahaman yang tepat mengenai apa yang sedang dibutuhkan oleh anak yang akan dilayani dalam Sekolah Minggu tersebut. Program Sekolah Minggu untuk anak yang tinggal di kota besar tentunya berbeda dengan Sekolah Minggu yang berada di desa, misalnya.

Sebaiknya dalam menyusun sebuah program Pembimbing Sekolah Minggu tidak melakukannya seorang diri. Dengan melibatkan berbagai orang seperti: para guru Sekolah Minggu, orang tua, anak, melakukan studi banding ke Sekolah Minggu lain, atau mengadakan survey, misalnya, akan diperoleh banyak masukan yang berharga. Sehingga program yang tersusun benar-benar teruji dengan matang dan sesuai dengan kebutuhan anak yang akan dilayani.

2.3 Tempat dan fasilitas

Keterbatasan tempat dan fasilitas yang kurang baik kurang tepat untuk dijadikan alasan tidak berkembangnya sebuah Sekolah Minggu. Justru dengan berbagai kesulitan di atas, anda ditantang untuk makin kreatif! Mengembangkan wawasan, pengetahuan, ketrampilan, dan ide-ide sangat diperlukan dalam mengelola Sekolah Minggu yang berhasil.

Ingatlah bahwa Tuhan yang memanggil anda dalam pelayanan Sekolah Minggu adalah Tuhan yang Maha Kuasa dan tidak terbatas Kuasa-Nya.

2.4 Perubahan dan Kemajuan

Orang yang sudah puas dengan apa yang diketahuinya dan pola pemikirannya, tanpa ada keinginan untuk meningkatkan kemampuan dirinya atau belajar hal-hal baru, tidak akan mencapai hasil yang optimal. Hal ini berlaku bukan hanya untuk dirinya sendiri, melainkan juga untuk pekerjaan atau pelayanannya.

Tuhan ingin setiap anak-Nya mengalami pertumbuhan (tidak statis), Tuhan juga ingin gereja-Nya, dalam hal ini "Sekolah Minggu-Nya", bertumbuh.

Bagaimana pun sulitnya dan beratnya tantangan pelayanan di Sekolah Minggu yang tengah anda hadapi saat ini, ingatlah bahwa Tuhan sendirilah yang telah memanggil anda (memberikan visi pada anda). Melengkapi diri dengan berbagai pengetahuan adalah salah satu bentuk tanggung jawab kita melayani di Sekolah Minggu.

Kategori Bahan PEPAK: Pelayanan Sekolah Minggu

Sumber
Judul Buku: 
Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 2
Halaman: 
213 - 215
Penerbit: 
Yayasan Penerbit Gandum Mas
Kota: 
Malang
Tahun: 
1996

Komentar