Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Menghafalkan Ayat: Menanamkan Firman Tuhan dalam Hati Anak-anak


Jenis Bahan PEPAK: Tips

Perhatikan interaksi berikut ini:

David dan Barry sedang sibuk bermain dengan sekelompok kecil anak- anak kelas satu lainnya. Suatu ketika David bersembunyi di bawah meja. Barry mengambil kesempatan ini untuk memukul gigi David, anak yang lebih besar. David keluar dari bawah meja, menangis dan berteriak kepada gurunya sedangkan Barry berlari ke sudut ruangan, merengek. David menoleh dan mendekati orang yang telah membuatnya menangis, merangkulnya dan yang membuat orang terkejut ia berkata, "Aku memaafkanmu."

Sambil mengompres bibir David yang bengkak dengan air dingin, guru itu bertanya pada David mengapa ia memilih memaafkan Barry daripada membalas memukulnya. "Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan," jawabnya. "Itu dikatakan di Alkitabku."

Kejadian ini adalah suatu ilustrasi dari pentingnya mengajarkan ayat hafalan kepada anak-anak. David tidak hanya menghafalkan kata-kata dalam ayat itu saja, tetapi juga memahami maknanya dan menjadikannya sebagai bagian dari perilakunya. Guru David telah mengajarkan dengan jelas sehingga hal itu membuatnya mengerti betapa pentingnya hal tersebut.

Berikut ini beberapa saran yang dapat membangun ketrampilan anak dalam menghafalkan ayat hafalan:

  1. Pastikan bahwa hafalan tersebut berhubungan dengan tujuan pelajaran.
    Ketika seluruh aktifitas belajar di hari itu berhubungan dengan suatu konsep, konsep itu akan diserap dengan mudah.
  2. Gunakan alat peraga.
    Gambar dapat membantu siswa untuk memvisualisasikan suatu konsep yang sulit. Biarkan anak menggambar ilustrasi mereka sendiri. Hindari penggunaan simbol-simbol.
  3. Terjemahkan ayat tersebut dengan kata-kata yang sederhana.
    Kata-kata asing yang tidak berarti apa-apa bagi seorang anak akan sulit dipahami dan mudah dilupakan.
  4. Ulangi ayat tersebut dalam jam pelajaran.
    Dalam bercerita sering-seringlah menggunakan ayat hafalan yang sudah Anda ajarkan. Tentu saja harus diterapkan sesuai dengan situasinya.
  5. Gunakan musik.
    Musik dapat digunakan untuk mengajar dan menjelaskan tujuan dalam menghafalkan sebuah ayat. Beberapa buku lagu memasukkan Alkitab dalam musik.
  6. Tunjukkan pada anak-anak ayat dalam Alkitab tersebut.
    Tandailah ayat tersebut dengan tinta yang tebal atau Alkitab untuk anak-anak dan letakkan di tempat dimana anak-anak dapat dengan mudah membacanya.
  7. Gunakan drama.
    Drama singkat yang lucu bisa membantu siswa memahami ayat yang mengandung konsep yang masih samar-samar atau umum. Contohnya, "Saling mengasihi" dapat diillustrasikan dengan sebuah drama singkat tentang seorang anak menolong temannya menuntun sepedanya yang rusak ke rumah. Wayang juga dapat digunakan untuk mendramatisasikan ayat-ayat atau untuk membuat ulasan pelajaran menjadi lebih menyenangkan.

Mendengarkan hafalan anak-anak secara pribadi atau individu merupakan suatu praktek yang baik untuk menguji sejauh mana ketrampilan mereka dalam menghafal ayat. Cara tersebut dapat mengurangi ketegangan anak-anak dan memberikan kesempatan kepada kita untuk berdiskusi secara pribadi dengan mereka mengenai ayat yang sudah mereka hafalkan. Anak cerdas yang setiap hari diharuskan membaca Alkitab oleh orangtuanya sanggup menghafalkan beberapa ayat dalam satu minggu. Tapi jangan mengharapkan hal yang sama dari anak yang tidak terlalu lancar membaca atau dari anak yang orangtuanya tidak terlalu memperhatikan kebutuhan rohani mereka.

Ingat, jangan mementingkan kesempurnaan dalam penghafalan ayat, dan jangan menciptakan persaingan tentang siapa yang paling hebat dalam menghafal. Hargailah usaha setiap anak dalam proses menghafalkan ayat tsb. Tekankanlah makna dan pemahaman dari ayat yang sudah mereka hafalkan itu.

Saat ini menghafalkan ayat merupakan ketrampilan rohani yang tampaknya sudah tidak terlalu dipentingkan dalam masa kanak-kanak. Nah, sebagai guru SM tugas dan tanggung jawab kita untuk membawa anak-anak hidup dalam Firman Tuhan dan Firman Tuhan hidup dalam mereka.

Kategori Bahan PEPAK: Aktivitas dan Ketrampilan Anak

Sumber
Judul Buku: 
The Complete Handbook for Children Ministry: How to Reach and Teach Next Generation
Pengarang: 
Dr. Robert J. Choun & Dr. Michael S. Lawson
Halaman: 
81 - 83
Penerbit: 
Thomas Nelson Publishers
Kota: 
Nashville
Tahun: 
1993

Komentar