Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Apa yang Perlu Kita Doakan?


Tanya:
Apa Yang Perlu Kita Doakan?

Kita berdoa untuk tiga hal: (1) kebutuhan-kebutuhan kita (2) kebutuhan orang lain, dan (3) Agar kehendak Allah terjadi. Banyak permohonan yang kita bawa ke hadirat Allah akan serupa dengan hal-hal di atas.

Misalnya, kita membutuhkan makanan, pakaian dan rumah. Demikian juga dengan orang-orang lain. Kita juga membutuhkan pengampunan dan pertolongan dalam menahan godaan, berbuat kebaikan dan menjadi orang seperti yang dikehendaki Allah.

Kita juga butuh berdoa agar kehendak Allah terjadi di dunia ini. Yesus mengajar kita untuk berdoa, "Jadilah kehendakMu di atas bumi ini, seperti juga di Surga" (Matius 6:10). Ini juga merupakan salah satu alasan yang dikatakan Alkitab kepada kita untuk kita lakukan bagi para pemimpin. Kita dapat mempengaruhi kejadian-kejadian di dunia dengan cara berdoa seperti itu.

Kita tidak perlu membatasi doa-doa kebutuhan kita. kita dapat memuji Allah dan mengatakan kepadaNya betapa indahnya Dia. Allah adalah sahabat kita. Dia ingin mendengar dari kita.

Ayat Kunci:
Lukas 11:2-4

Ayat Terkait:
Lukas 11:9-10; Yohanes 16:23-24; Filipi 4:6; 1 Timotius 2:1-4

Pertanyaan Terkait:
Apakah Allah kadang-kadang mengatakan kepada kita apa yang harus kita doakan? Mengapa kita harus mendoakan hal-hal tertentu? Apakah kita harus mengajukan permohonan kepada Allah untuk bahan doa kita?

Catatan untuk para Orang Tua/Guru:
Kita dapat memperkenalkan anak-anak kita kepada kebutuhan-kebutuhan doa yang berbeda setiap saat. Jika mereka dapat mengatasi salah satu, gerakkanlah mereka ke bagian lain. Dengan cara itu mereka memiliki waktu untuk mempelajari setiap kebutuhan dengan baik.

Kategori Bahan PEPAK: Doa - Musik - Ibadah

Sumber
Judul Buku: 
107 Pertanyaan Anak-anak tentang Doa (Terjemahan dari 107 Question Children Ask about Prayer)
Pengarang: 
Dave Verman, Jim Galvin, Jim Wilhoit, Daryl Lucas, Rick Osborne, Jon Farfar, Lil Crump
Halaman: 
46
Penerbit: 
Betlehem Publishers
Kota: 
Jakarta
Tahun: 
1998

Komentar