Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Waktu Teduh


Jenis Bahan PEPAK: Bahan Mengajar

Bacaan Alkitab:
Mazmur 1:1-3

Pendukung renungan:
Bawalah satu atau beberapa contoh buku renungan harian anak.

Renungan:
Tahukah kamu apa artinya waktu teduh itu? Waktu teduh itu adalah waktu tenang. Kita duduk, berdoa, dan membaca Alkitab hanya sendirian saja. Waktu ini sangat menyenangkan. Kita dapat mendengar Allah berbicara melalui firman-Nya yang kita baca dalam Alkitab. Kita juga bisa berbicara kepada Tuhan melalui doa. Indah bukan, bisa mempunyai hubungan yang dekat dengan Tuhan? Kamu mau memulai waktu teduh? Ikuti beberapa petunjuk berikut ini.

  1. Tetapkan waktu yang cocok selama 10 -- 15 menit setiap hari untuk waktu teduh. Bisa di pagi hari, siang hari, atau malam hari.

  2. Cari tempat yang tenang dan tidak berisik. Mungkin di kamarmu sendiri. Kalau tidak punya kamar sendiri di mana pun boleh, asal tempat itu tenang dan tidak berisik. Kalau memang rumahmu selalu ramai, jangan khawatir, Tuhan pasti menolongmu untuk bisa tenang dan berkonsentrasi.

  3. Tetapkan bagian Alkitab yang akan kamu baca. Baca secara berurutan, misalnya mulai dari Matius atau dari Kejadian. Jangan loncat-loncat. Renungkan bagian Alkitab yang sudah kamu baca itu. Hafalkan juga satu atau dua ayat dalam pembacaan Alkitabmu hari itu. Waktu teduh juga dapat dibantu dengan membaca renungan dari buku renungan harian anak-anak, seperti contoh yang saya bawa hari ini.

  4. Mulai dan akhiri saat teduhmu dengan berdoa. Ucapkan syukur pada Tuhan dan ceritakan kepada Tuhan apa pun yang ingin Anda katakan.

Ayo, mulailah waktu teduh kalian. Pasti setiap hari ada berkat Tuhan untukmu. Hari-harimu juga akan lebih menyenangkan.

Ayat hafalan:
Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. (Mazmur 119:97)

Doa:
Ya Tuhan, aku rindu memiliki waktu teduh bersama-Mu. Pimpin aku agar selalu bisa mendisiplin diriku dalam waktu pribadiku dengan-Mu. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin.

oleh: Davida Welni Dana

Kategori Bahan PEPAK: Pengajaran - Doktrin

Komentar