Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Kepatuhan Abraham Mengikuti Firman Allah


Jenis Bahan PEPAK: Bahan Mengajar

Bahan Alkitab:
Kejadian 21:1-7; 22:1-19

Tujuan Umum:
Anak memahami dan mengakui serta taat kepada Firman Allah yang tertulis dalam Alkitab sebagai pedoman hidup sehari-hari.

Tujuan Khusus:
Anak dapat:

  1. Menjelaskan alasan Abraham yang rela mengorbankan anaknya kepada Allah.
  2. Menjelaskan hal yang dilakukan Allah setelah melihat kepatuhan Abramah terhadap Firman Allah.
  3. Menyatakan akan lebih rajin mempelajari dan mematuhi Firman Allah.

Ayat Hafalan:
"Karena iman maka Abraham, mempersembahkan Ishak." (Ibrani 11:17)

Cerita:

PERMINTAAN ALLAH YANG BERAT
Setelah Sara Istri Abraham melahirkan Ishak, maka dalam tenda Abraham dan Sara rasanya hanya ada kebahagiaan. Bagi Abraham, Ishak adalah seluruh kekayaannya, seluruh kebahagiaan dalam hidupnya. Bagi Abraham, Ishak itulah tanda kasih Allah dan kesetiaan Allah.
Tiba-tiba pada suatu hari, Allah mendatangi Abraham dan berkata: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak. Pergilah ke tanah Moria dan persembahkan dia di sana sebagai korban bakaranmu kepada-Ku." Abraham tidak percaya akan apa yang dia dengar itu. Mengorbankan anaknya tunggal, anak yang diberikan Alah sendiri kepadanya? Anak keturunannya? Anak yang sangat ia kasihi?
Lalu apakah yang akan dilakukan Abraham?

PERJALANAN YANG SUKAR
Abraham bangun pagi-pagi. Keledainya disiapkan, roti dan air, persediaan untuk beberapa hari. Ia juga mengikat kayu bakar. Dua orang hambanya ia panggil untuk mengikutinya dan kemudian ia mengajak Ishak mengikutinya. Setelah siap semuanya, mereka permisi kepada Sara, lalu pergi.
Berempat mereka berjalan. Tidak ada yang berbicara. Masing- masing dengan pikirannya sendiri. Ishak dan kedua hambanya itu berpikir: "Kita akan memberikan korban bakaran. Tetapi di manakah anak dombanya?" Mereka tidak berani menanyakan kepada Abraham. Abraham sendiri sedang berpikir, "Aku harus melakukan apa yang Allah minta dari padaku. Mengorbankan Ishak, anakku."
Setelah dekat gunung Moria, Abraham berhenti dan berkata kepada hambanya, "Tinggallah di sini. Aku akan meneruskan perjalanan bersama anakku Ishak." Abaraham dan Ishak melanjutkan perjalanan. Mula-mula tidak ada yang berbicara. Tetapi tiba-tiba Ishak bertanya, "Ayah, katanya kita akan memberikan korban bakaran kepada Allah, kayu dan api kita bawa. Tetapi dimanakah domba yang akan dikorbankan?" Bapak Abraham tersentak. Apa yang harus ia katakan. Tidak mungkin ia berkata kalau Ishaklah yang akan dikorbankan. Bapak Abraham kemudian menjawab, "Anakku, Allah yang akan menyediakan anak domba itu!" Lalu mereka meneruskan perjalanan, sampai ke tempat yang ditentukan Allah.
Di sana sudah ada batu-batu yang besar. Bersama dengan Ishak, Bapak Abraham menyusun batu-batu itu menjadi mezbah. Kemudian kayu bakar diletakkan di atas mezbah itu. Kemudian Bapak Abraham mengikat tangan Ishak keduanya, lalu meletakkannya ke atas kayu bakar pada mezbah.
Ishak tidak berontak. Ia membiarkan bapaknya melakukan itu. Ia tidak bertanya apa-apa lagi. Kemudian Abraham siap untuk melakukan apa yang dikatakan Allah.

MERASA LEGA
Tetapi tiba-tiba terdengar suara dari surga memanggil Abraham. Bapak Abraham menjawab, "Disinilah aku." Lalu malaikat Tuhan berkata, "Jangan kau apa-apakan anakmu Ishak. Sekarang aku mengetahui bahwa engkau benar-benar takut dan patuh kepada Allah sehingga bersedia mengorbankan anakmu yang sangat kamu kasihi kepada Allah."
"Ah, puji Tuhan!" Jadi tidak usah Abraham mengorbankan anaknya. Segera Abraham melepaskan tali pengikat Ishak lalu anaknya itu dipeluknya. Rasanya mendapat kembali anaknya yang sudah mati. Ishak pun merasa lega. Rasanya baru hidup kembali.
Kemudian mereka mendengar suara gemerisik di dekat mereka. Mereka menoleh lalu melihat seekor domba tersangkut di semak-semak. Maka mereka pun mengetahui bahwa itulah domba yang disediakan Allah untuk dikorbankan. Dan Allah pun mengulangi perjanjian-Nya dengan Abraham, "Aku akan memberkatimu dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut. Oleh keturunanmu semua bangsa di bumi mendapat berkat, karena engkau mendengar firman-Ku."
Maka Abraham dan Ishak kemudian pulang dengan bahagia. Ishak juga mendapat pelajaran yang baik sekali, yakni kita harus mematuhi Firman Allah sebagaimana dilakukan Abraham, bapaknya.
Dan pelajaran itupun berlaku bagi kita, mematuhi Firman Allah, pasti bahagia, dan Firman Allah dapat kita baca dalam Alkitab.

Evaluasi:

  1. Siapakah yang menerima perintah dari Allah untuk meninggalkan kampung halamannya, serta sanak keluarga?
  2. Siapakah nama anak perjanjian itu, dan siapakah nama ibunya?
  3. Janji-janji apakah yang diterima oleh Abraham?
  4. Mengapa Abraham mau mengorbankan anaknya?
  5. Apa yang dilakukan Allah ketika melihat Abraham benar-benar akan mengorbankan Ishak kepada-Nya?
  6. Dari mana kita mengetahui apa yang Allah kehendaki dari kita?

Aktivitas:
Mintalah anak-anak menulis karangan pendek dengan judul "Yang Tuhan Inginkan."

Kategori Bahan PEPAK: Pengajaran - Doktrin

Sumber
Judul Buku: 
Pedoman Sekolah Minggu Anak Kecil Umur 7-9 Tahun: Tahun III Jilid II
Halaman: 
71 - 75
Penerbit: 
BPK Gunung Mulia
Kota: 
Jakarta
Tahun: 
1992

Komentar