Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Membantu Anak untuk Tidak Berbohong


Jenis Bahan PEPAK: Tips

Orangtua dan guru harus tahu bagaimana bersikap dalam pelbagai situasi yang membantu anak mengatasi masalah perilakunya yang tidak benar, yaitu suka berbohong. Di bawah ini disampaikan beberapa usulan:

1. Menjadi contoh.
Anak berbohong biasanya belajar dari orang dewasa; jadi buanglah kebiasaan suka mengkritik orang lain di belakang supaya jangan menjadi orang yang tidak dapat dipercaya.

2. Memuaskan kebutuhan.
Ada sebagian anak yang suka berbohong karena ingin diterima dan diakui. Orangtua atau guru harus dengan cepat memuaskan kebutuhan mereka ini. Usahakan agar mereka menikmati kehangatan kasih dalam keluarga dan rasa aman yang puas.

3. Memperbaiki cara mendidik.
Orangtua dan guru harus mengubah cara dalam menjatuhkan hukuman. Bila terlalu keras dan diktatoris akan membuat anak suka berbohong supaya terhindar dari hukuman. Apabila anak mengetahui bahwa dengan berbohong bisa menghindarkan mereka dari hukuman daripada dengan jujur, maka mereka akan lebih suka berbohong. Selayaknya anak diampuni bila telah mengakui kesalahannya, namun kebohongan mereka harus dihukum. Dengan demikian mereka belajar untuk jujur dan tidak bohong.

4. Tidak berlebihan dalam menuntut.
Tuntutan yang berkelebihan dari orangtua akan membuat anak memilih untuk lebih baik berbohong demi membela atau melindungi dirinya. Orangtua dan guru harus dapat mengenal batas kemampuan dan bakat anak, supaya anak tidak mengalami suatu tekanan yang berat. Apabila ia mengalami kesulitan, berikanlah pertolongan dan dukungan kepadanya agar tidak perlu berbohong untuk menghindar dari tuntutan.

5. Memberikan penjelasan.
Jika kita mengetahui bahwa anak kita ternyata berbohong, terlebih dahulu cari masalahnya mengapa anak itu berbohong, setelah itu baru berikan nasihat. Jelaskan kepada mereka apa kerugiannya jika mereka berbohong dan apa keuntungannya jika mereka berkata jujur. Serta peringatkan mereka bahwa apabila mereka berbohong, mereka akan mendapat hukuman.

6. Mengadakan usaha bersama.
Pendapat anak perlu diminta supaya dari diri mereka sendiri tercetus suatu tindakan nyata yang akan dilakukan untuk membuang kebiasaan bohong. Usahakan untuk terus mengingatkan, membantu, dan mendorong mereka supaya berkata jujur. Jika perlu mintalah agar seisi keluarga dan sanak saudara bekerja sama membantu mereka.

7. Mengajarkan kebenaran.
Mengajarkan isi perintah firman Allah adalah prinsip dasar pengajaran. Tuhan berfirman, "Jangan kamu berbohong dan janganlah kamu berdusta seorang kepada sesamanya" (Imamat 19:11), dan lagi firman-Nya, "Jangan kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan, telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbarui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar khaliknya" (Kolose 3:9-10). Allah membenci dusta dan Iblis adalah bapak pendusta, "Iblis yang menjadi bapamu ... Apabila ia berkata dusta ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta" (Yohanes 8:14).

Jika anak telah berbohong, bantulah mereka untuk mengatasi dosa bohong itu, kemudian ajarkan dan peringatkan bahwa berbohong itu dosa yang akan menghilangkan kepercayaan orang lain terhadap mereka. Namun beritahukan pula hal berikut ini: "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga la akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan" (1Yohanes 1:9). Pimpin mereka untuk berdoa dan berikan jaminan bahwa Allah akan mengampuni dosa mereka, peringatkan untuk tidak berdusta lagi serta bimbinglah untuk menerima Yesus sebagai Juruselamat dan hidup yang baru.

Kategori Bahan PEPAK: Anak - Murid

Sumber
Judul Artikel: 
Anak yang Suka Berbohong
Judul Buku: 
Menerobos Dunia Anak
Pengarang: 
Dr. Mary Go Setiawani
Halaman: 
62 - 64
Penerbit: 
Yayasan Kalam Hidup
Kota: 
Bandung
Tahun: 
2000

Komentar