Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Dipelihara Dua Puluh Empat Jam


Jenis Bahan PEPAK: Bahan Mengajar

Alat Peraga:
Boneka Beruang (Teddy Bear)

Ayat Alkitab:
Mazmur 121:3-4

Tema:
Tuhan senantiasa memperhatikan kita.

Penyampaian:
Saya membawa boneka Teddy Bear hari ini. Boneka ini adalah boneka kesayangan seseorang dalam keluarga kami. Sebagian besar anak-anak memiliki boneka Teddy Bear, mainan, atau selimut kesayangan.

Apakah kamu memiliki sesuatu yang sangat kamu sayangi? Apakah kamu tidur dengan Teddy Bear, mainan, atau selimutmu setiap malam?

Kamu tahu bahwa benda kesayanganmu itu akan selalu ada di sebelahmu setiap malam. Benda itu juga akan ada di depanmu setiap kali kamu bangun tidur dan ke mana pun kamu pergi, benda itu dapat selalu kamu bawa.

Boneka beruang ini memberikan rasa aman dan nyaman bagimu. Ada anak- anak yang memiliki selimut kesayangan yang dapat membuat mereka merasa aman. Kadang-kadang selimut itu juga disebut sebagai selimut perlindungan.

Ada perlindungan bentuk lain yang kita miliki, yang tidak dapat kita lihat. Perlindungan itu selalu ada bersama kita sepanjang waktu. Kita dapat membawanya ke mana pun kita pergi.

Perlindungan ini adalah milik Tuhan. Ada satu ayat dalam Alkitab yang mengatakan bahwa Tuhan tidak pernah tertidur, Tuhan bahkan tidak pernah beristirahat sama sekali (Mazmur 121:4). Itu artinya, Tuhan selalu terjaga setiap saat dan senantiasa memperhatikan kita. Tuhan tidak pernah berlibur dan tidak pernah beristirahat sejenak untuk minum kopi. Tuhan selalu menjagai kita.

Memiliki boneka beruang atau selimut kesayangan itu boleh-boleh saja. Dan mengetahui bahwa Tuhan tidak pernah tertidur dan selalu menjaga kita, memberikan rasa aman yang sangat istimewa bagi kita.

Doa:
Ya Tuhan, terima kasih karena Engkau telah begitu setia memelihara kami, sehingga Engkau senantiasa menjagai kami. Amin!

Kategori Bahan PEPAK: Pengajaran - Doktrin

Sumber
Judul Buku: 
Ceritakan untuk Anak-anak Sekolah Minggu (Buku I): Sebuah Sumber Ibadah
Pengarang: 
Donna McKee Rhodes
Halaman: 
49 - 50
Penerbit: 
Gospel Press
Kota: 
Batam

Komentar