Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Metode Penggunaan Alkitab


Jenis Bahan PEPAK: Tips

Walaupun sudah menggunakan buku pedoman, tidak boleh dilupakan bahwa Alkitab tetap merupakan buku pegangan utama bagi guru. Berikut ini kami berikan beberapa cara yang dapat dipakai ketika menggunakan Alkitab dalam kelas Sekolah Minggu.

1. Pembacaan Alkitab

Mungkin metode pemakaian Alkitab dalam kelas yang paling umum ialah membaca nats Alkitab untuk pelajaran hari itu. Saudara dapat meneruskan kebiasaan ini, tetapi jagalah agar jangan sampai dilakukan dengan acuh tak acuh. Ada bermacam-macam cara untuk membaca nats Alkitab: murid-murid membaca nats itu bersama-sama; seorang murid seluruh nats itu; guru dan murid-murid membacanya secara bergantian; dua atau tiga orang murid membaca dialog dan seorang pembaca yang lain membaca keterangan-keterangan lainnya di dalam nats itu.

2. Musik

Sekarang ada banyak ayat Alkitab yang dijadikan lagu. Lagu tersebut membuat Alkitab menjadi lebih berari bagi murid-murid. Gunakanlah cara ini untuk memperkenalkan pelajaran Alkitab, mempelajari ayat hafalannya, mengakhiri pelajaran, dsb. Nyanyikanlah nyanyian-nyanyian dan koor-koor mengenai Alkitab.

3. Pertanyaan-pertanyaan

Gunakanlah pertanyaan-pertanyaan (tertulis atau lisan) mengenai isi Alkitab untuk mengulangi kembali pelajaran-pelajaran sebelumnya, menghidupkan partisipasi anak-anak, mendorong mereka mempelajari pelajaran, dan sebagainya. Diskusi yang berguna bisa timbul ketika jawaban-jawaban pertanyaan diberikan. Biarlah anak-anak membuat pertanyaan-pertanyaan untuk diajukan kepada teman-teman sekelas. Gunakanlah pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam bahan kurikulum.

4. Permainan yang Menggunakan Alkitab

Permainan seperti itu dapat menolong anak-anak mengenal kejadian-kejadian, orang-orang dan tempat-tempat yang ada dalam Alkitab. Ada banyak permainan dengan menggunakan Alkitab yang cocok untuk dilakukan dalam kelas. Permainan ini antara lain: "Siapakah aku ini?" suatu permainan untuk mengenal tokoh-tokoh Alkitab. "Siapakah yang mengatakan itu?"; lomba Alkitab, dan sebagainya.

5. Menandai Nats-nats Alkitab

Alkitab akan lebih berarti bagi anak-anak bila mereka didorong untuk memberikan tanda pada ayat-ayat atau bagian-bagian Alkitab yang penting. Hal ini dapat dilakukan dengan menggarisbawahi ayat-ayat itu dengan pena atau pensil atau mewarnai seluruh ayat itu dengan pensil berwarna atau dengan pena berwarna muda. Tanda-tanda dengan warna yang berbeda-beda dapat digunakan sebagai kode yang menunjukkan arti yang khusus. Tandailah ayat-ayat hafalan buat anak-anak yang lebih kecil, sehingga ayat-ayat itu dapat mereka temukan kembali di rumah.

6. Menghafalkan Ayat Alkitab

Menghafal ayat Alkitab merupakan salah satu cara yang terbaik untuk menggunakan Alkitab di dalam kelas. Untuk anak-anak yang belum sekolah, Saudara bisa menggunakan ayat-ayat yang pendek atau sebagian ayat Alkitab. Terangkanlah kata-kata yang mungkin belum dimengerti. Anak-anak Kelas Pratama mampu mempelajari satu ayat baru seminggu. Luangkan waktu untuk mengulangi kembali ayat-ayat yang telah mereka pelajari. Untuk anak-anak Kelas Madya harus diadakan program menghafal yang lebih luas. Berikanlah dorongan kepada mereka untuk mempelajari bagian-bagian ALkitab yang lebih panjang

7. Alat-alat Peraga

Pengajaran Alkitab yang efektif harus melibatkan penggunaan penglihatan maupun suara. Tulislah ayat-ayat kunci pada papan tulis. Gunakanlah peta untuk menunjukkan letak tempat-tempat yang disebut di Alkitab. Pakailah tabel waktu untuk menunjukkan hubungan antara kitab-kitab sejarah dan kitab-kitab nubuat. Gunakanlah papan flanel untuk memperagakan cerita. Gunakanlah model-model untuk menggambarkan pemandangan, rumah, benda, dan sebagainya. Anak-anak bisa membantu membuat model-model itu.

8. Bercerita

Menceritakan cerita Alkitab dengan baik masih merupakan salah satu cara penggunaan Alkitab yang paling efektif di dalam kelas. Rencanakanlah cerita itu dengan baik-baik. Tuliskan garis besar ceritanya. Pikirkanlah pendahuluannya, isi pokoknya, klimaksnya dan kesimpulannya. Biarlah anak-anak memerankan atau menggambar situasi cerita itu. Orang dewasa dan anak-anak menyukai cerita-cerita Alkitab.

Kategori Bahan PEPAK: Metode dan Cara Mengajar

Sumber
Judul Buku: 
Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 2
Halaman: 
386 - 387
Penerbit: 
Yayasan Penerbit Gandum Mas
Kota: 
Malang
Tahun: 
1996

Komentar