Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Pelakonan Cara Mengajar Bersaksi


Jenis Bahan PEPAK: Tips

Banyak cara yang dapat digunakan guru SM untuk mulai mengajar anak SM-nya bersaksi. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika guru melatih anak madya dan besar (kelas 3 SD - 6 SD) untuk belajar menjadi penjala jiwa.

PELAKONAN CARA MENGAJAR BERSAKSI

Pelakonan/peragaan (metode drama) adalah cara mengajar yang efektif untuk anak-anak belasan tahun. Cara ini terutama akan efektif dalam mendidik anak-anak bersaksi, sebab pelakonan:
  1. Memberi kesempatan untuk berlatih. Setelah berkali-kali menghadapi situasi bersaksi, anak-anak belasan tahun itu akan menjadi lebih yakin dan tenang.

  2. Memberi anak kesempatan untuk mengetahui berapa banyak pengetahuannya. Ia akan berusaha dengan sebaik-baiknya. Cara ini menantang setiap anak untuk menetapkan patokan yang tinggi bagi dirinya sendiri dalam belajar dan berdoa.

  3. Memberi kesempatan kepada pemimpin untuk menilai setiap anak secara perorangan, sehingga ia dapat memberikan bimbingan kepada mereka yang memerlukannya. Pelakonan membuat kesalahan jadi tampak dan dengan demikian kesalahan itu dapat dibetulkan.

  4. Mendorong untuk ikut ambil bagian. Itu menciptakan gagasan-gagasan baru sebab memanfaatkan pengetahuan dan pengertian yang ada pada kelompok itu sendiri. Dengan cara ini seorang anak belajar dari seorang anak yang lain.
Di bawah ini ada saran-saran untuk memperkenalkan pelakonan/peragaan cara bersaksi kepada kelompok Saudara:
  1. Usahakan agar kelompok itu menerima gagasan pelakonan ini. Terangkan bahwa cara yang menyenangkan ini akan menolong mereka menjadi saksi-saksi yang efektif. Tunjukkan bahwa meskipun mereka masing-masing mungkin mempunyai cara bersaksi yang berlainan, dengan melihat semua metode yang berbeda-beda itu, mereka dapat bersama-sama belajar.

    Banyak yang ragu-ragu untuk bersaksi sebab mereka tidak mengetahui caranya. Melatih bersama-sama dengan orang-orang Kristen lain dapat memecahkan masalah ini.

  2. Tetapkan suatu situasi. Biarlah kelompok memahami betul-betul syarat-syarat pelakonan dalam setiap situasi. Pakailah bermacam-macam situasi yang berkenaan dengan masalah-masalah yang biasa.

  3. Batasilah waktunya. Jika Saudara mengizinkan waktu terlalu banyak, Saudara akan membuka kesempatan untuk berkhotbah.

  4. Waspadalah jangan sampai ada yang melawak. Anak-anak belasan tahun itu pasti akan merasa malu dan mungkin akan menyembunyikan hal itu dengan melawak; jika itu terjadi hentikanlah cepat-cepat. Hal-hal yang lucu/jenaka mempunyai tempat tersendiri dan akan menghidupkan suatu pertemuan, tetapi terlalu banyak humor akan merusakkan tujuan pelajaran.

  5. Disarankan bahwa satu atau lebih jam pelajaran digunakan untuk menerangkan hal bersaksi sebelum mencoba pelakonannya. Namun demikian ini dapat diubah sesuai dengan kebutuhan kelompok. Biasanya satu pelajaran tentang hal bersaksi dan apa yang bersangkutan dengannya perlu diadakan.

  6. Setiap pelakonan harus diikuti dengan kritikan singkat. Kritik ini harus dilaksanakan dalam diskusi bebas, tetapi Saudara harus mengawasi diskusi ini supaya jangan menyimpang dari pokoknya. Jagalah supaya komentar-komentar itu bersifat membangun dan hindarilah olokan. Pertama, pujilah bagian-bagian yang baik. Kedua, beritahukanlah kesalahan yang mereka lakukan. Ketiga, beritahukanlah bagaimana mereka harus memperbaikinya.
Bila dilaksanakan dengan benar maka pelakonan/peragaan ini akan menarik sekali, efektif dan berguna dalam memberi anak muda keinginan untuk bersaksi, sebab mereka menjadi merasa yakin dan tenang.

Kategori Bahan PEPAK: Metode dan Cara Mengajar

Sumber
Judul Buku: 
Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 1
Halaman: 
195 - 196
Penerbit: 
Yayasan Penerbit Gandum Mas
Kota: 
Malang
Tahun: 
1997

Komentar