Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Mengajarkan tentang Dosa kepada Anak


Jenis Bahan PEPAK: Tips

Sebagai guru SM, siapkah kita mengajarkan tentang dosa kepada anak- anak? Walaupun kita sudah membekali diri dan "melalap" teori-teori mengenai dosa, mungkin masih saja ada keragu-raguan dan perasaan tidak mampu untuk mengajarkan mengenai hal "keberdosaan manusia" kepada anak-anak SM. Berikut ini beberapa petunjuk yang dapat diterapkan seorang guru dalam mempersiapkan dan memantapkan diri ketika akan mengajarkan tentang dosa kepada anak-anak SM.

  1. Berdoa.
    Guru perlu berdoa meminta agar diberikan hikmat dan kebijaksanaan untuk mengerti sejauh mana kemampuan anak-anak dalam memahami pelajaran yang diberikan. Tuhan mengetahui pikiran anak-anak SM. Mengapa guru tidak berbicara dengan Dia mengenai mereka? Guru perlu berdoa memohon bimbingan dalam menyusun persiapan, agar Tuhan menyiapkan hati anak-anak dan juga hati guru sendiri. Perlu diingat, doa adalah satu kunci untuk berkerja/melayani, tetapi Roh Kuduslah yang memberi keyakinan/pengertian kepada anak-anak SM Anda.

  2. Instropeksi diri.
    Jika kita mengajar tentang dosa, itu berarti guru ingin anak-anak dapat mengerti mengenai hal tersebut dan agar mereka menyerahkan diri pada Tuhan untuk ditebus dosanya. Selain itu sebagai guru SM, kita juga ingin agar dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak dapat menghindari perbuatan-perbuatan dosa yang tidak sesuai dengan Firman Allah. Nah, agar terhindar dari keraguan dan mantap dalam mengajarkan tentang dosa, instropeksilah dulu diri kita sendiri. Apakah masih terlalu sering kita melanggar Firman Tuhan? Dosa apakah yang masih harus kita bereskan dengan Tuhan? Sudahkah kita menerapkan pelajaran-pelajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari? Sehebat apapun seorang guru membekali dirinya dengan teori-teori mengenai dosa, tetapi apabila dia belum dapat menerapkan teori-teori tersebut dalam kehidupannya sehari-hari, pelajaran yang dia berikan itu "mungkin" tidak dapat menjadi berkat bagi anak-anak didiknya. Pertobatan Anda merupakan jalan bagi anak-anak untuk mengerti tentang dosa.

  3. Berdiskusi dengan Rekan-rekan Sepelayanan.
    Diskusikanlah dengan rekan-rekan sepelayanan/guru SM yang lain mengenai keraguan dan masalah Anda dalam mengajarkan doktrin dosa kepada anak-anak SM. Timbalah pengalaman mereka ketika mereka mengajar tentang dosa. Dari diskusi tersebut, kita dapat mengetahui pertanyaan-pertanyaan apa saja yang biasa dilontarkan anak-anak mengenai dosa, kesulitan-kesulitan apa saja yang menjadi kendala ketika seorang guru mengajar mengenai doktrin dosa, persiapan-persiapan apa saja yang rekan Anda lakukan, dll. Dalam diskusi tsb. kita juga dapat saling belajar/berbagi mengenai metode yang paling efektif untuk mengajar mengenai dosa.

  4. Mengajarlah dengan Menggunakan Gaya Bahasa dan Perbendaharaan kata Anak-anak.
    Menggunakan perbendaharaan kata anak-anak, bukan berarti kita harus berbicara dengan gaya yang kekanak-kanakan. Selidikilah gaya bahasa dan bendahara kata yang sering digunakan dan dimengerti oleh anak-anak. Gantilah istilah-istilah yang sulit dengan istilah-istilah yang dimengerti oleh anak. Guru perlu berhati-hati untuk tidak menggunakan terlalu banyak ungkapan/ istilah baru dalam mengajarkan tentang dosa. Berlatihlah untuk menerangkan dengan sederhana semua pikiran, kata, dan ide yang mungkin asing bagi mereka. Untuk catatan, jika seorang guru betul-betul ingin memahami/mengerti gaya bahasa dan perbendaharaan kata anak-anak, biasakanlah untuk bergaul dan bersahabat dengan mereka. Jangan lupa untuk menggunakan banyak contoh, ilustrasi, alat peraga, agar anak-anak lebih tertarik dan apa yang Anda ajarkan itu dapat terekam dalam hati mereka.

Kategori Bahan PEPAK: Pengajaran - Doktrin

Komentar