Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Menggunakan Alkitab di Kelas Anda


Jenis Bahan PEPAK: Tips

Membuat anak tertarik mendengar penyampaian Firman Tuhan telah menjadi tantangan tersendiri bagi para guru Sekolah Minggu. Namun yang tak kalah pentingnya dari Teknik Penyampaian itu adalah bagaimana kita sebagai guru Sekolah Minggu, dengan berbagai kiat dan taktik, menyampaikan pesan pada anak bahwa Alkitab adalah buku yang istimewa. Alkitab adalah Firman Tuhan, dan Tuhan ingin anak-anak-Nya membaca Firman-Nya serta merenungkan-Nya siang dan malam. Bagaimana membuat anak-anak tertarik dan termotivasi untuk membaca sendiri Alkitabnya juga merupakan tugas seorang guru Sekolah Minggu.

Berikut ini ada beberapa tips dalam menggunakan Alkitab di kelas Sekolah Minggu anda, yaitu:

  1. Meskipun Alkitab (buku/cetakan Alkitab) itu sendiri BUKAN benda keramat atau berfungsi seperti layaknya sebuah jimat, kita harus menunjukkan pada anak bahwa Alkitab adalah buku istimewa yang harus kita jaga dan pelihara dengan baik karena sangat berharga.

  2. Tunjukkan pada anak bahwa apa yang anda sampaikan di kelas Sekolah Minggu adalah bersumber dari Alkitab. Misalnya: saat memulai cerita, peganglah Alkitab dengan posisi terbuka di tangan anda, atau selama anda menyampaikan cerita biarkan Alkitab berada dalam posisi terbuka di meja anda dan dapat dilihat oleh semua anak.

  3. Ajarkan pada anak bagaimana mencari nama kitab, pasal, dan ayat-ayatnya. Mungkin anda memerlukan beberapa rekan guru yang dapat membantu anda mendampingi anak (khususnya anak kelas kecil atau anak baru di kelas anda) belajar mengenal isi Alkitab. Untuk membuat anak lebih terampil mencari kitab, pasal, dan ayatnya, buatlah permainan yang menantang (lomba adu cepat, misalnya) dan minta masing-masing anak mempersiapkan diri di rumah sebelumnya untuk mengenali urutan kitab dalam PL maupun PB.

  4. Tunjukkan dan ajarkan pada anak bagaimana menggunakan "alat bantu" guna mempelajari Alkitab, misalnya: cara menggunakan Referensi Ayat, Kamus Alkitab, Peta Alkitab, atau bila perlu kenalkan anak dengan Konkordansi atau buku Kamus Alkitab (Bible Dictionary).

  5. Anda dapat memberikan tugas membaca nats/perikop Alkitab pada anak dengan disertai berbagai aktivitas menarik, misalnya: untuk persiapan lomba, mengisi teka-teki silang, atau menjawab kuis Alkitab.

  6. Ajak anak menghafal sebuah ayat dengan berbagai cara yang kreatif, seperti: dengan gerakan, dengan menyusun potongan tulisan, dengan huruf sandi, dsb.

  7. Anak bisa diajak membaca Alkitab bersama-sama, misalnya: bergantian laki-laki dan perempuan, murid dan guru, atau dengan pembagian peran dialog (siapa menjadi Petrus, siapa menjadi Tuhan Yesus, dan siapa menjadi Narator)

  8. Lagu juga bisa dijadikan sarana untuk mengenalkan ayat- ayat/cerita Alkitab pada anak. Setelah menyanyikan sebuah lagu, ajak anak membuka bagian Alkitab yang merupakan sumber inspirasi lagu tersebut (bisa juga sebaliknya, nats / perikop Alkitab dibaca terlebih dulu baru lagu dinyanyikan).

  9. Permainan yang menggunakan Alkitab hampir tak terbatas jumlahnya. Anda dapat bermain pertanyaan "Siapakah saya?" (anak bertanya untuk mengumpulkan ciri-ciri sang tokoh sementara guru menjawab ya/tidak), "Benda ini (misal: batu, kertas, dsb) terdapat di dalam kisah apa?". Anda juga dapat mengajak anak mendaftarkan nama-nama tokoh, tempat, benda yang terdapat di dalam Alkitab yang diawali dengan huruf tertentu. Berbagai permainan ini dapat anda gunakan untuk membangkitkan semangat anak membaca serta mempelajari Alkitab. Tunjukkan bahwa Alkitab penuh dengan cerita yang menarik dan "seru" untuk dibaca.

  10. Anda dapat mengajak anak untuk memberi tanda pada ayat-ayat tertentu dan membuat catatan singkat di buku mereka masing- masing. Sehingga di lain waktu anak-anak akan mudah mendapatkan kembali ayat tersebut serta mempelajarinya sendiri.
Selamat mencoba!

Kategori Bahan PEPAK: Metode dan Cara Mengajar

Sumber
Judul Buku: 
Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 2
Halaman: 
385 - 386
Penerbit: 
Yayasan Penerbit Gandum Mas
Kota: 
Malang
Tahun: 
1996

Komentar