Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Depresi: Kekosongan


Jenis Bahan PEPAK: Bahan Mengajar

Anak-anak juga terkadang mengalami depresi dalam kehidupannya. Bagaimana kita para pendidik dapat membimbing mereka dalam masa depresi? Bahan mengajar berikut ini semoga dapat membantu Anda.

DEPRESI: KEKOSONGAN

Refleksi untuk Orangtua dan Guru:

Dalam sebuah buku cerita anak-anak The Never Ending Story (Kisah yang Tak Pernah Berakhir), sebuah kerajaan antah berantah ditelan sebagian demi sebagian oleh "kekosongan." Ketika seorang anak yang membaca buku itu kehilangan mimpi-mimpinya, kekosongan melanda seluruh negeri dan menghancurkan apa saja yang ada di hadapannya.

Depresi juga mirip dengan kekosongan. Saat kita berada dalam cengkeramannya, sebuah dinding seakan memisahkan kita dari perasaan kita. Hal ini tidak selalu buruk; karena kadang-kadang situasi hidup ini terlalu berat untuk kita tanggung. Bahayanya ialah bila kemudian kita tidak mampu berbuat apa-apa dan terlumpuhkan, tak mampu bergerak maju, hingga keputusasaan melingkupi hidup kita.

Namun di tengah gerakan arus kekosongan ini, bahkan di tengah gurun keputusasaan, kita tetap dapat menemukan Roh Allah. Allah bukanlah Roh yang dengan pasif berdiam diri menunggu kembalinya semangat kita. Dia adalah Roh yang penuh kasih, yang mengejar kita dengan tak mengenal lelah.

Refleksi untuk Seluruh Anggota Keluarga/Kelas SM:

Ada kalanya kita merasa tidak begitu bahagia. Kadang-kadang kita menangis dan merasa sangat kesepian. Terkadang kita bahkan tidak mengerti mengapa kita merasa demikian! Saat tertekan, kita tidak hanya merasa sedih tetapi juga seakan-akan kita tak akan pernah dapat merasa bahagia lagi. Bahkan saat kita merasa tidak lagi memiliki kasih untuk diberikan, kita boleh tetap meyakini bahwa kita dikasihi oleh Allah dan tidak akan dibiarkan mengatasi segala masalah kita seorang diri.

HARI 1: MUSA MEMIKUL BEBAN BERAT

(Bilangan 11:1-15)
  1. Apa yang membuat Musa merasa begitu berbeban berat?
  2. Tanggung jawab apa yang kadang-kadang membuat kamu merasa berat? Dalam keluarga, bicarakanlah bagaimana tanggung jawab itu dapat ditanggung bersama!

HARI 2: AYUB PATAH SEMANGAT

(Ayub 17:1-16)
  1. Banyak orang memberi nasihat kepada Ayub. Seberapa banyak dari nasihat-nasihat itu yang Ayub pandang bijaksana?
  2. Siapa yang kamu andalkan untuk dapat memberikan dorongan dan nasihat saat semangatmu menjadi lemah?

HARI 3: KERINDUAN AKAN ALLAH DALAM KESUKARAN

(Mazmur 42)
  1. Ejekan apa yang dilontarkan oleh musuh sang Pemazmur?
  2. Ingatlah suatu peristiwa ketika kamu merasa ditinggalkan oleh teman-teman dan bahkan oleh Allah. Bagaimana hubunganmu dipulihkan?

HARI 4: KEMATIAN SEORANG ANAK

(2 Samuel 12:13-18)

Daud memperdaya Uria, prajuritnya. Ia mengirim Uria ke garis depan agar ia mati dalam peperangan sehingga Daud dapat memperistri Batsyeba, istri Uria.

  1. Apa yang ditakutkan para pelayan Daud tentang hal yang hendak Daud lakukan saat mendengar bahwa bayinya mati?
  2. Apa yang dapat menghiburmu saat seseorang yang dekat denganmu meninggal dunia?

HARI 5: MENGINGAT KEMBALI KELUH KESAH AYUB: KEPEDIHANNYA SECARA PRIBADI

(Ratapan 3:1-24)

Ini adalah sebuah refleksi pribadi atas kepedihan umat Ibrani, yang ditinggalkan setelah Yerusalem hancur. Penulis menggunakan keluh kesah Ayub untuk menjelaskan kepedihan penduduk kota.

  1. Apa yang terjadi pada diri si penulis sehingga ia lupa akan kebahagiaan? Bagaimana ia mampu bertahan?
  2. Janji apa yang kamu temukan dalam ayat-ayat ini, yang membantumu dalam menghadapi kehidupan setiap hari?

HARI 6: MARIA DAN MARTA BERDUKA

(Yohanes 11:1-7, 11-44)
  1. Apa yang dikatakan oleh Maria dan Marta ketika mereka melihat Yesus?
  2. Pertanyaan apa yang ingin kamu ungkapkan kepada Allah tentang hal- hal yang membuatmu sedih? Berdoalah agar Allah memberimu pengertian dan kemampuan untuk tetap percaya kepada-Nya.

Aktivitas Khusus:

PERASAAN

Pikirkanlah sejenak tentang anggota keluarga atau anak-anak SM Anda dan hal-hal yang paling berarti bagi setiap pribadi. Sementara Anda berpikir, mulailah membuat sebuah dinding dengan menggunakan balok- balok mainan atau apa saja di tengah meja. Lalu tanyakanlah kepada seseorang di antara mereka "Apa yang sesungguhnya kamu rasakan tentang ...?" atau "Bagaimana perasaanmu bila ...?" Tanpa memberikan kritik atau saran, dengarkanlah sungguh-sungguh setiap respon yang diberikan. Berilah kesempatan pada setiap orang untuk bertanya dan menjawab pertanyaan. Setiap kali jawaban diberikan, singkirkan sebuah balok dari dinding tadi.

Kategori Bahan PEPAK: Pengajaran - Doktrin

Sumber
Judul Buku: 
Belajar Bersama
Pengarang: 
Janice Y. Cook
Halaman: 
26 - 28
Penerbit: 
Yayasan Gloria
Kota: 
Yogyakarta
Tahun: 
1999

Komentar