Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Kenikmatan dari Ketidaksedapan


Jenis Bahan PEPAK: Bahan Mengajar

Persiapan:

Bawalah bahan-bahan kue yang disebutkan dalam pelajaran ini. Kalau dapat, bawalah sebuah kue yang sudah jadi, kemudian boleh diberikan kepada anak-anak sesudah pelajaran selesai sebagai hadiah. Boleh juga menyediakan sebuah gambar kue. Kalau tidak ada bahan-bahan boleh juga menggunakan salah satu resep membuat kue.

Peyampaian:

Kali ini saya membawa beberapa benda untuk pelajaran kita hari ini. Saya membawa semua bahan untuk membuat kue. Kalian pasti sudah tahu betapa manis dan enak rasanya kue, bukan? Tetapi pernahkah kalian memikirkan bahan-bahan apa sajakah yang ada dalam sebuah kue? Pernahkah kalian merasakan tepung? Rasanya tawar, dalam mulut terasa seperti bubuk. Vanili memberikan rasa sedap dalam kue-kue, tetapi kalau kita taruh sedikit vanili di lidah kita, maka akan terasa pahit sekali. Coklat juga pahit rasanya kalau dimakan begiu saja sebab bukan seperti coklat manis yang biasa kalian makan. Telur yang mentah bila dimakan malah menyebabkan mual. Ada orang yang suka minum campuran telur mentah dengan susu. Sebetulnya, di dalam kue hanya ada dua bahan yang enak kalau dimakan begitu saja, yaitu susu dan gula. Sesudah bahan-bahan ini dicampur dan adonannya dimasukkan ke dalam oven sehingga matang, barulah dapat dimakan.

(Bacalah Mazmur 37:23)

Kita tahu bahwa Allah mempunyai rencana untuk kita semua. Rencana itu dibuat dalam kasih dan kebijaksanaan-Nya. Dia menentukan apa yang terbaik untuk kita masing-masing. Kita juga diajar bahwa segala seuatu yang ada dalam rencana Allah akan bekerja bersama-sama bagi kebaikan mereka yang mengikuti Tuhan Yesus Kristus.

Mengapa Allah mengizinkan kejadian-kejadian yang berbeda-beda kepada kita? Sebabnya ialah supaya kita menyesuaikan diri dengan Kristus untuk membuat kita lebih menyerupai Kristus (Roma 8:28). Kadang- kadang kita memerlukan pengalaman yang sulit dan pahit, misalnya kecewa karena tidak mendapat nilai yang baik yang kita harapkan di sekolah, atau jatuh sakit untuk waktu yang lama.

Semua itu sama halnya dengan coklat dan vanili yang pahit yang dibutuhkan untuk membuat kue yang enak. Mungkin Allah mengizinkan suatu hal terjadi sehingga kita tidak dapat bepergian dalam masa liburan atau kita harus membantu di rumah. Pengalaman ini kita perlukan untuk menjadikan kita lebih menyerupai Kristus. Itulah sebabnya Dia mengirimkan pengalaman-pengalaman yang sukar diterima seperti telur mentah yang tidak enak itu. Ada kalanya Dia mengizinkan pengalaman-pengalaman yang menjemukan. Kehidupan menjadi sangat membosankan, tawar, tak ada rasa seperti tepung ini. Sering kali kita juga mengalami pengalaman-pengalaman yang menyenangkan, yang menggembirakan, sama dengan susu dan gula dalam kue ini. Ada kalanya orang harus menempuh pengujian yang berat sekali, yang dapat disamakan dengan panasnya oven untuk mematangkan kue.

Allah tahu bahwa kita butuh pertolongan untuk dapat bertumbuh dalam Kristus Yesus. Dan satu-satunya cara supaya bisa terus dekat pada- Nya ialah melalui satu pengalaman pahit yang harus kita derita. Ada hal-hal yang kita sukai, ada juga hal-hal yang mengesalkan hati, dan kita berdoa supaya Allah menyingkirkan pengalaman ini dari hidup kita. Kita pun tahu bahwa Allah berkata bahwa kita harus bersyukur kepada-Nya untuk segala sesuatu yang telah dikirimkan-Nya kepada kita karena Dia tahu apa yang paling baik bagi kita.

Apabila semua bahan dan bumbu sudah diaduk menjadi satu adonan, kemudian dibakar menurut resep, adonan itu akan menjadi kue yang bagus dan enak rasanya, seperti kue ini. (Perhatikan kue atau gambar kue itu.) Apabila kita harus menanggung sesuatu yang sukar dan pahit, ingat saja resep kue ini. Dan ingat juga bahwa Allah mempunyai rencana tertentu untuk kita masing-masing. Apabila kita mengikuti rencana Tuhan, kita akan memiliki kehidupan yang amat indah, yang melimpah dan bermanfaat, yang akan sangat menyenangkan Allah dan kita sediri.

Kategori Bahan PEPAK: Pengajaran - Doktrin

Sumber
Judul Buku: 
Pelajaran dengan Alat Peraga
Pengarang: 
D.H. Pentecost
Halaman: 
19--22
Penerbit: 
Yayasan Penerbit Gandum Mas
Kota: 
Malang

Komentar