Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Bagaimana Setelah Meninggal?


Jenis Bahan PEPAK: Bahan Mengajar

Tujuan:
Anak memahami bahwa setiap manusia akhirnya akan MENINGGAL, dan bagi orang yang percaya kepada Tuhan Yesus kematian itu tidak menakutkan, karena dengan kematian kita kembali kepada Allah Pencipta yang mengasihi kita.

Kreasi cerita: "Selamat Malam David"
Guru bercerita tentang Pak Anton, yang terbaring lemah di ruang ICU. (Sebuah ruangan di rumah sakit yang dikhususkan untuk pasien yang sangat parah keadaan kesehatannya. Biasanya mereka ini adalah orang yang dapat dikatakan hampir meninggal). Pak dokter memanggil seluruh keluarga Pak Anton ke rumah sakit, namun mereka hanya diizinkan bertemu dengan Pak Anton satu demi satu.

Pertama yang masuk adalah istri Pak Anton. Dengan menangis terisak ibu ini menemui suaminya. Tetapi anehnya Pak Anton tidak menangis, justru ia tersenyum dan berkata "Ibu, jangan menagis ya, Bapak pulang dulu kepada Tuhan Yesus di surga. Selamat malam ya, Bu."

Ibu Anton heran mengapa Pak Anton berkata "Selamat malam". Kemudian Pak Anton menjelaskan, "Selamat malam, besok kita akan ketemu lagi di surga, artinya perpisahan kita hanya sementara saja. Bapak pulang lebih dulu kepada Tuhan Yesus, tetapi kelak kita akan ketemu lagi di surga. Jadi kematian Bapak ini cuma perpisahan sementara saja ..., Selamat malam."

Kemudian masuk anak tertua Pak Anton, yaitu Johan, kemudian disusul Meri dan selanjutnya anak terbungsu (nomor 4) yaitu Susi. Kepada mereka masing-masing juga dipesankan hal yang sama yaitu "Selamat malam, esok kita ketemu lagi di surga". Artinya perpisahan sementara dengan bapak mereka, sehingga mereka tidak perlu menangis. Selama pembicaraan dengan istri dan ketiga anak tersebut Pak Anton tidak menangis, melainkan tersenyum dan berkata, "Selamat malam."

Tetapi keadaan berubah seketika, ketika anak ketiga yaitu David masuk menemui ayahnya. Pak Anton menangis tersedu-sedu dan berkata, "David, selamat tinggal." Dan itu diucapkannya berkali-kali dengan menangis. David memprotes ayahnya, "Bapak kenapa hanya dengan David, Bapak menangis dan berkata selamat tinggal, sementara dengan yang lain Bapak hanya mengatakan selamat malam?"

Dengan sedih Pak Anton menjelaskan, "David, dengan Ibu, kedua kakakmu dan adikmu Susi, Bapak memang hanya berpisah sementara sehingga Bapak berkata selamat malam. Itu karena mereka seorang Kristen yang baik dan taat. Mereka suka berdoa, hidup dengan baik, tertib dan saling mengasihi. Tetapi dengan kamu, Bapak sedih, karena terpaksa Bapak akan berpisah dengan kamu selamanya. Karena itulah Bapak berkata selamat tinggal kepada engkau, karena engkau tidak pernah berdoa, malas ke sekolah Minggu dan hidup semaumu." Pak Anton mengatakan hal itu sambil menangis tersedu-sedu.

David tertegun mendengar penjelasan ayahnya, maka ia menangis dan berkata, "Bapak, David ingin bertemu lagi dengan Bapak di surga." David mengatakan hal itu berkali-kali. Pak Anton menengok dia dan berkata, "David, jika kamu mau percaya Yesus dan hidup dengan baik, kamu akan bertemu lagi dengan Bapak di surga." David berkata, "Bapak, David mulai sekarang mau setia kepada Yesus, dan tidak nakal lagi."

Pak Anton lalu mengajak David berdoa bersama. Setelah itu Pak Anton berkata sambil tersenyum, "David, selamat malam," dan Pak Anton pun meninggal. Sejak itu David berubah menjadi David yang setia kepada Yesus, karena ia ingin kelak dapat bertemu kembali dengan bapaknya di surga, yaitu tempat bagi setiap orang yang baik dan percaya kepada Yesus.

Guru mengakhiri ceritanya dengan menjelaskan, bagi orang kristen, kematian adalah "tidur" sementara yang tidak perlu kita takutkan, karena sesungguhnya kematian mempertemukan kita dengan Yesus, dan juga dengan semua orang beriman lainnya. Jadi jangan takut mati, yang penting percayalah kepada Yesus Juruselamat hidup kita.

Kepada anak yang di antara anggota-anggota keluarganya ada yang meninggal, guru dapat memberikaan penghiburan ini hanya "perpisahan sementara".

Guru dapat mengajak anak berdoa untuk menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadinya dan mengajak anak berjanji hidup dengan baik.

Sesudah itu guru berkata, "Bagi kita yang sungguh-sungguh percaya dan taat kepada Yesus dengan hidup lebih baik, jangan takuti kematian. Selamat malam".

Kategori Bahan PEPAK: Pengajaran - Doktrin

Sumber
Judul Buku: 
Teknik Kreatif dan Terpadu dalam Mengajar Sekolah Minggu
Pengarang: 
Paulus Lie
Halaman: 
125 - 127
Penerbit: 
Yayasan Andi
Kota: 
Yogyakarta
Tahun: 
1999

Komentar