Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Mendidik Anak-anak Agar Bertekun


Jenis Bahan PEPAK: Tips

Kalau anak-anak bermain-main, mereka bermain "sampai selesai". Jadi, apakah sebabnya mereka merasa sulit kalau harus bertekun terus dalam melakukan tugas-tugas harian mereka - yaitu yang merupakan kunci bagi kehidupan yang berhasil? Dan bagaimanakah caranya sehingga orangtua dapat menolong mereka untuk memiliki kebiasaan yang positif ini? Bagaimanakah caranya agar Anda dapat menolong anak Anda untuk belajar bertekun terus sampai akhir? Ingatlah akan prinsip- prinsip yang dapat memberi motivasi yang berikut ini:

  1. Bagi anak pra sekolah, keseimbangan itu penting. Pada usia ini yang terutama memotivasi anak Anda ialah upah atau hukuman dan ia tidak dapat mengerti bahwa suatu pekerjaan itu harus diselesaikan oleh karena itu merupakan hal yang "benar" yang harus dikerjakan. Jika seorang anak tidak berhasil menyelesaikan apa yang sudah ditugaskan kepadanya, tindakan yang terbaik yang harus Anda lakukan ialah turun tangan dan menolongnya. Teladan yang Anda berikan mengungkapkan bahwa Anda mendukung dia dan bahwa penting sekali untuk dengan tekun menyelesaikan tugas itu. Tindakan demikian ini juga dapat menghindari keputusasaan dan menghilangkan ketegangan yang ditimbulkan oleh omelan-omelan Anda.

  2. Bersikap peka terhadap anak Anda itu sangat penting. Jika apa yang Anda harapkan dari anak Anda terlalu rendah maka anak itu tidak mendapat tantangan untuk mengembangkan potensi yang mungkin dicapainya. Jika apa yang Anda harapkan dari anak Anda terlalu tinggi maka ia menjadi takut gagal dan ketakutan semacam ini sangat merusak. Salah satu cara untuk menekankan prinsip yang benar ialah dengan membaca berbagai cerita anak-anak yang populer yang menekankan dan menghargai ketekunan seperti dongeng tentang kelinci yang balap lari dengan kura-kura. Anak-anak yang agak besar dapat disuruh membaca riwayat hidup tokoh terkenal seperti Thomas Alva Edison yang karena ketekunannya berhasil menjadi penemu bola lampu listrik atau Madame Curie yang karena ketekunannya berhasil menemukan radium.

  3. Pada masa anak duduk di Sekolah Dasar, motivasi anak Anda lebih ditentukan dengan sikap saling mendukung dan saling memberi pujian. Selama masa ini tingkatkanlah dukungan dan apa yang Anda harapkan. Perkenalkan kepadanya motto-motto seperti "Kalau pada mulanya engkau tidak berhasil, cobalah sekali lagi, dan sekali lagi" dan semangat fabel kura-kura dan kelinci: "Walau lambat jika tekun, maka perlombaan pun akan dimenangkan." Tanamkan pikiran ini dengan suatu percakapan tentang prinsip Alkitab mengenai kerajinan - perhatikanlah Kolose 3:23; 2Tesalonika 3:11-13; Pengkhotbah 10:18; 11:6; dan Amsal 10:4; 12:24; 13:4 dan 22:29.

  4. Limpahkanlah pujian dan berilah hadiah untuk usaha-usaha yang luar biasa. Ingatkan anak Anda tentang kejadian-kejadian saat ia berhasil menyelesaikan sesuatu dan menuai kepuasan dari apa yang berhasil dicapainya. Jika anak Anda tidak berhasil untuk menyelesaikan suatu tugas, tunjukkanlah dengan jelas kekecewaan Anda, dukungan Anda, dan kasih Anda kepadanya. Sekali lagi, menolong anak Anda pada waktu anak Anda benar-benar merasa frustrasi atau pada saat ia ingin meninggalkan pekerjaannya itu merupakan cara yang paling baik untuk menunjukkan bahwa Anda mendukungnya dan dengan demikian Anda dapat memberikan teladan mengenai disiplin yang diperlukannya. Secara konsisten memberikan teladan tentang bagaimana Anda sendiri menepati komitmen Anda merupakan sesuatu yang paling penting.

  5. Dalam masa remaja, motivasi anak-anak Anda dalam melaksanakan tugas harus mulai mencerminkan suatu rasa penghargaan yang lebih matang dan berdasarkan kesadaran terhadap kebutuhan akan adanya ketertiban dalam hidup. Tuntutlah anak Anda agar tetap konsisten dengan tugas-tugas sehari-harinya, pekerjaan rumah, pemeliharaan benda-benda kepunyaannya, dan dalam menepati janjinya. Jika seorang remaja gagal, biarkanlah ia menanggung akibat atau konsekuensi dan tindakannya. Namun demikian tetaplah berikan rasa pengertian, kasih, dan dukungan Anda kepadanya.

Tentu saja memang ada juga batasnya dalam soal mendisiplin agar bertekun terus sampai akhir ini. Cepat atau lambat, kita semua pada suatu saat harus juga menyerah dan menghentikan apa yang sedang kita lakukan karena kita mendapati bahwa hal itu berada di luar batas kemampuan kita, terlalu banyak menuntut, atau mungkin karena tidak menyenangkan sama sekali. Jadi, bagaimanakah caranya supaya seorang anak dapat meninggalkan atau menghentikan apa yang sedang dikerjakannya tanpa menjadi orang yang cepat menyerah? Di bawah ini terdapat beberapa prinsip yang harus dipertimbangkan dalam menyusun jawabannya.

  1. Apakah ada saat yang wajar untuk menghentikan apa yang sedang dikerjakannya itu? Dapatkah anak Anda bertahan sampai saat itu? Lebih baik bertahan terus sedapat-dapatnya atau bertahan sampai secara wajar hal itu memang harus dihentikan daripada meninggalkan pekerjaan itu pada waktu sedang mengalami stres yang paling berat, yaitu apabila berbagai kesulitan menyebabkan apa yang menjadi sasaran terakhir menjadi kabur.

  2. Sebenarnya pada mulanya siapa yang mempunyai gagasan untuk melakukan kegiatan itu? Jika hal itu memang bukan pilihan anak Anda sendiri, maka izin untuk menghentikan pekerjaan itu harus diberikan dengan lebih mudah. Jika pada mulanya memang anak Anda yang memintanya, maka Anda harus bersikap lebih keras.

  3. Apakah komitmen itu dilakukan sambil lalu saja? Tolonglah anak Anda untuk menyadari sepenuhnya apa artinya dengan setia melaksanakan komitmen atau keputusan itu. Hal ini akan menyebabkan anak itu tidak mudah untuk dengan begitu saja menyerah bila kesukaran atau keletihan mulai timbul.

  4. Dalam hal ini apakah ada keadaan yang merupakan pengecualian? Keadaan dapat mengubah haluan utamanya. Bila anak Anda ingin menyerah dan meninggalkan hal itu, ajukanlah banyak pertanyaan yang sifatnya tidak mengecam dan perhatikanlah apakah ada indikasi terselubung tentang faktor-faktor negatif yang menyebabkannya patah semangat.

  5. Ajukanlah pertanyaan berikut terhadap diri Anda sendiri: "Apakah akan disebut juga meninggalkan pekerjaan atau menyerah jika yang mengambil langkah itu adalah seorang dewasa?"

  6. Apa yang akan terjadi jika anak itu tidak diperkenankan meninggalkan pekerjaan itu atau menyerah? Anak-anak perlu diizinkan untuk mundur, jika mereka ternyata memang telah membuat pilihan yang salah, seperti juga halnya orang dewasa. Bila kita tidak mengizinkannya, mereka akan melakukan sesuatu yang tidak diinginkan, seperti "lupa" untuk menanggulangi beban yang menumpuk. Lebih baik dan lebih terhormat menolong anak-anak untuk bertingkah laku dengan penuh tanggung jawab selama masih terikat janji kemudian membuat suatu langkah untuk memutuskan dengan jelas dan jujur: "Saya tidak menyukainya" atau "Saya angkat tangan".

Anak Anda dapat didisiplin untuk bertekun sampai akhir. Karakter ini sangat penting baginya untuk kelak dapat berhasil sebagai orang dewasa - itu sebabnya Anda pun patut mempunyai ketekunan untuk terus mengembangkan sifat ini.

Kategori Bahan PEPAK: Anak - Murid

Sumber
Judul Buku: 
40 Cara Mengarahkan Anak
Pengarang: 
Paul Lewis
Halaman: 
135 - 139
Penerbit: 
Yayasan Kalam Hidup
Kota: 
Bandung
Tahun: 
1993

Komentar