Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Pemimpin Sekolah Minggu


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Uraian berikut ini dapat memberi masukan kepada Anda, para pemimpin SM atau pun pelayan anak lainnya untuk lebih mengembangkan talenta kepemimpinan dalam diri Anda.

PEMIMPIN SEKOLAH MINGGU

Apabila seorang guru Sekolah Minggu dipilih untuk melayani sebagai pemimpin Sekolah Minggu, gereja menyatakan kepercayaannya di dalam dia sebagai seorang pengurus. Juga ia diharapkan menjadi teladan seorang pemimpin Kristen yang sejati dalam "kata dan perbuatan". Namun, yang lebih penting adalah bahwa Allahlah yang memberikan tugas tersebut, sehingga pelayanan sebagai seorang pemimpin ini harus dilaksanakan sebaik-baiknya. Jika suatu saat Anda menerima tugas ini, inilah saatnya Anda mengembangkan talenta kepemimpinan Anda dan mempersembahkannya bagi kemuliaan nama Tuhan.

Badan pengurus Sekolah Minggu boleh merencanakan suatu program yang sangat baik. Para anggotanya harus sadar akan perlunya pengarahan, pendidikan dan perlengkapan bagi para pengerja, dan mengatur rencana dan bahan pengajaran, jadwal waktu dan pembagian ruangan. Namun Sekolah Minggu tetap masih memerlukan seseorang untuk mempersatukan garis kebijaksanaan, untuk menjaga agar semuanya diselenggarakan, dan untuk menilai keefektifannya. Oleh karena itulah seorang yang memiliki talenta memimpin sangat dibutuhkan dalam Sekolah Minggu.

SIKAP

Sikap secara langsung mempengaruhi kemampuan seorang pemimpin untuk menyelenggarakan tugas-tugasnya. Oleh karena itu dia harus meneliti sikap-sikapnya dari waktu ke waktu dan barangkali membuat penyesuaian. Sikap manakah yang harus selalu diperhatikan oleh seorang pemimpin Sekolah Minggu?

  1. Kerohanian

    Kerohanian adalah lebih dari sikap, tetapi kerohanian berlandaskan sikap. Kerohanian mencakup hasrat untuk maju dan cita-cita, kelakuan pribadi setiap hari, bahkan dalam hal-hal yang kecil. Di sini termasuk penyerahan waktu, talenta, dan harta kepada Kristus. Doa dan mempelajari Firman Allah setiap hari seluruhnya akan ditentukan oleh sikapnya.

  2. Semangat

    Manusia cenderung mengikut seorang yang bersemangat. Semangat memimpin berasal dari pengertian mengenai kemungkinan serta kepentingannya Sekolah Minggu. Dia dapat melihat bahwa Sekolah Minggu merupakan sarana untuk mengabarkan Injil, yakni memenangkan orang-orang kepada Kristus. Dia juga dapat melihat kuasa Sekolah Minggu untuk menolong orang-orang berkembang menjadi orang Kristen yang dewasa, untuk mendidik mereka bagi pelayanan, dan untuk membangkitkan kekuatan-kekuatan yang terpendam di dalam gereja. Pendek kata, dia melihat Sekolah Minggu sebagai satu bagian dalam gereja yang tak ada penggantinya.

  3. Sifat Agresif

    Menurut Roma 12:8, siapa yang memberi pimpinan harus "melakukannya dengan rajin." Mereka harus agresif! Sebuah sekolah Minggu tidaklah bersaingan dengan lain-lain Sekolah Minggu, tetapi bersaingan dengan dirinya sendiri. Dalam persaingan dengan kemajuannya pada masa lalu, hanya usaha yang agresif akan mencapai sasarannya atau mencapai tujuannya. Rencana-rencana, garis-garis kebijaksanaan dan program-program akan diperkenalkan setelah berunding dengan yang lain. Tetapi jika gagasan-gagasan ini menjadi kenyataan, maka itu disebabkan oleh pandangan pemimpin dan semangatnya dalam melaksanakan gagasan-gagasan itu.

  4. Kerendahan Hati

    Kerendahan hati bukanlah satu sikap yang populer, namun merupakan sikap yang harus dipupuk oleh pemimpin. Dia harus lebih menonjolkan sifat-sifat baik dan prestasi teman-teman sekerjanya daripada sifat baik dan prestasinya sendiri dan harus memberikan penghargaan kepada yang patut menerima penghargaan itu.

  5. Keyakinan dan Kebenaran

    Suatu sikap yang penuh keyakinan adalah penting. Sikap itu menunjukkan bahwa dia tahu ke mana tujuannya dan dengan demikian menguatkan hubungan kerjanya dengan stafnya. Seorang pemimpin yang baik menunjukkan kepercayaan dalam Tuhannya. Walaupun ia menyadari adanya persoalan-persoalan, ia memimpin rapat dengan penuh keyakinan. Dia dapat menghadapi ketawaran hati dan kekalahan yang mungkin terjadi dengan keyakinan bahwa pada akhirnya kemenangan akan tercapai. Dengan berani ia memihak kepada kebenaran karena dia bekerja bagi sang Raja. Dia mengetahui bahwa Tuhan ada dan mendapati bahwa hikmat dan kuasa Tuhan cukup bagi pemecahan setiap masalah.

  6. Persahabatan

    Seorang pemimpin yang baik akan mengambil inisiatif dalam menyatakan persahabatan. Pernyataan itu harus tulus dan berasal dari rasa persahabatan yang sejati di dalam hatinya, agar berhasil. Persahabatan sejati akan ditunjukkan sama rata kepada semua tanpa memandang kedudukan. Dan persahabatan yang benar akan membuat seseorang menjadi pendengar yang baik.

  7. Kerja sama

    Sikap seorang pemimpin yang baik akan menunjukkan bahwa ia bersedia bekerja dengan dan melalui orang-orang lain. Dia akan meminta pertolongan orang-orang lain serta membantu mereka mengembangkan minat, tanggung jawab dan kesetiaan. Dia akan berusaha sedapat-dapatnya untuk mendorong mereka.

  8. Kesetiaan

    Kesetiaan mulai sebagai satu sikap dan kemudian menjadi satu sifat yang kuat dari pemimpin yang baik. Dasar kesetiaan adalah iman, iman dalam Tuhan, iman di dalam gembala sidang, iman di dalam staf pengerja, iman di dalam Sekolah Minggu, dan iman di dalam diri sendiri.

  9. Rasa Humor

    Seorang pemimpin yang baik hendaknya jangan bersikap terlalu serius. Walaupun kepemimpinan merupakan perkara yang serius, seorang pemimpin harus berani melihat segi yang lucu dari satu keadaan. Dengan berbuat demikian ia dapat meringankan ketegangan.

HUBUNGAN

  1. Dengan gembala sidang.

    Gembala sidang dan pemimpin Sekolah Minggu harus bekerja dalam keselarasan yang sangat erat. Pemimpin itu hendaknya berunding dengan gembala sidang mengenai tiap-tiap rencana dan program sebelum itu diperkenalkan kepada pengurus dan guru Sekolah Minggu. Bantuan yang aktif dari gembala sidang dapat sangat menguatkan program Sekolah Minggu.

  2. Dengan stafnya (guru dan pekerja).

    Pemimpin menaruh perhatian terhadap beban serta kebutuhan setiap guru dan pengerja. Dia harus selalu bersedia memberi pujian dan lambat mengeritik. Dia memberikan dorongan dan memohon kepada Allah untuk menolong dia menggerakkan setiap anggota staf untuk melihat kepentingan Sekolah Minggu secara menyeluruh. Stafnya harus tahu bahwa dia bersedia menerima usul-usul. Dia berusaha menjelaskan semua tanggung jawab dan tugas. Dia selalu mengingatkan dirinya sendiri bahwa kerja sama yang baik hanya dapat dicapai demi kesabaran dan pengertian pada pihak pemimpin.

  3. Dengan murid-murid.

    Keberhasilan Sekolah Minggu akhirnya bergantung pada apa yang dialami oleh setiap murid. Karena itu pemimpin harus mengenal banyak murid secara pribadi. Hubungan ini akan menolong dia ketika dia harus membuat keputusan-keputusan yang berkenan dengan organisasi dan program Sekolah Minggu.

TANGGUNG JAWAB

Pemimpin akan melayani sebagai ketua badan pengurus Sekolah Minggu. Dia harus memperhatikan beberapa aspek kepemimpinan yang baik.

  1. Perkembangan pribadi.

    Dia akan memelihara kehidupan yang rohani dan saleh. Dia akan menghadiri kebaktian-kebaktian tetap di gereja dan kursus-kursus pendidikan pengerja. Melalui pembacaan yang sistematis dan menghadiri pertemuan-pertemuan, lokakarya, dan seminar Sekolah Minggu, dia akan selalu mengetahui gagasan-gagasan serta informasi yang terbaru mengenai pekerjaan Sekolah Minggu.

  2. Mengurus fasilitas dan perlengkapan.

    Dia akan mengusahakan peralatan, bahan pelajaran, dll. yang diperlukan dalam kegiatan mengajar. Dia akan berusaha untuk menyediakan ruang-ruang kelas yang selayaknya. Dia akan memeriksa kebersihan dan kerapian departemen maupun kelas dan dia akan menertibkan masuk keluar murid dari kelas.

  3. Hal mengurus stafnya.

    Dia akan mengerahkan pejabat-pejabat serta guru-guru dan akan mengisi staf menurut kebijaksanaan Sekolah Minggu. Dia juga akan menyiapkan tenaga pengganti bila perlu. Bersama gembala sidang, dia akan menyusun suatu kebaktian peneguhan pejabat dan guru SM yang diadakan tiap tahun.

  4. Merencanakan dan mempromosi program.

    Dengan menetapkan sebuah kalender induk mengenai kegiatan- kegiatan sepanjang tahun, termasuk acara-acara penting dari kalender nasional dan kalender daerah, dia akan memanfaatkan hari-hari istimewa, mengadakan program promosi yang tetap, menentukan sasaran-sasaran pendaftaran dan kehadiran, menekankan kursus-kursus pendidikan dan mengatur untuk mengadakan rapat pengerja bulanan. Sebagai tambahan, dia akan memajukan hubungan yang baik di antara keluarga pelajar dan Sekolah Minggu.

  5. Pengawasan kerja.

    Secara tetap dia akan memberikan kepada gembala sidang laporan tentang keadaan (maju mundurnya) Sekolah Minggu. Dia akan memahami pedoman Sekolah Minggu di gerejanya dan akan memimpin Sekolah Minggu dalam menjalankan tujuan pedoman itu -- yakni maju dalam kerohanian, penginjilan dan pertumbuhan. Dia akan mengambil tanggung jawab dalam mengisi dan mengirim laporan tahunan dengan cepat. Dia akan berusaha memperluas fasilitas dan staf sekolah Minggu sesuai dengan pertumbuhan yang diharapkan. Dia akan menunjukkan perhatian terhadap usaha-usaha pendidikan dan kesejahteraan rohani Sekolah Minggu. Sebagai tambahan kepada penyelidikan pribadi yang dilakukannya atas semua kelas/departemen, dia akan tetap mengawasi kemajuan dan kebutuhan Sekolah Minggu dengan menuntut pemeliharaan catatan yang cukup mengenai kehadiran, tindak lanjut, dan pencapaian ke luar. Dia akan mengatur supaya jadwal waktu ditentukan dan diikuti. Dia akan menjalankan tata tertib dan disiplin. Dia akan mendorong program penginjilan yang agresif.

Mungkin tampaknya sukar untuk memenuhi semua syarat ini, tetapi pemimpin itu tidak boleh berkecil hati. Semua syarat diatas harus dipenuhi jika kita memang sungguh-sungguh ingin mengembangkan talenta kepemimpinan kita untuk kemajuan pelayanan SM.

Kategori Bahan PEPAK: Guru - Pendidik

Sumber
Judul Buku: 
Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 2
Halaman: 
220 - 222
Penerbit: 
Yayasan Penerbit Gandum Mas
Kota: 
Malang
Tahun: 
1996

Komentar