Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Rekreasi


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Sebelum mengadakan kegiatan rekreasi untuk mengisi hari libur anak- anak, Anda dapat terlebih dahulu menimba pengetahuan dari artikel berikut ini. Selamat mempersiapkan rekreasi Anda :)

REKREASI

Rekreasi, yang merupakan pembaharuan kesejahteraan fisik dan mental, sangat perlu bagi perkembangan manusia seutuhnya. Cara yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan ini mempengaruhi sikap murid- murid terhadap hubungan-hubungan antar pribadi dalam kehidupan.

NILAI REKREASI

Rekreasi menyegarkan dan menyehatkan kembali tubuh dan jiwa. Jika direncanakan secara efektif, rekreasi merupakan bagian integral dari seluruh pengalaman belajar/mengajar dalam SM.

  1. Kesempatan untuk bersekutu.
    Interaksi yang hangat dan informal selama rekreasi dapat mempererat persekutuan. Kesempatan-kesempatan untuk mengikuti permainan bersama tidak hanya memberikan kesenangan dan kegembiraan, tetapi juga membantu mengajarkan norma-norma hidup Kristen serta perilaku sosial. Anak-anak yang lebih besar sering kali senang permainan yang bersifat persaingan seperti permainan beregu dan lomba estafet. Walaupun demikian, persaingan itu tidak sehat bila soal menang menjadi demikian penting sehingga terhadap anak-anak yang kurang terampil diadakan diskriminasi. Pemimpin rekreasi harus memilih kegiatan-kegiatan yang bersifat persaingan secara hati-hati untuk mengajarkan nilai-nilai kristiani dan untuk meningkatkan hubungan-hubungan yang positif.
  2. Mempraktekkan nilai-nilai kristiani.
    Berbagai kegiatan bermain memberikan pengalaman-pengalaman tentang cara hidup. Yang terutama harus diperhatikan oleh pemimpin rekreasi adalah perkembangan sifat kristiani. Melalui rekreasi murid-murid mulai mengerti dan mengalami beberapa konsep abstrak yang diajarkan di kelas. Meskipun orang-orang sering mengungkapkan secara lisan ide-ide mereka mengenai Allah dan mengenai hubungan-hubungan kristiani, mempraktekkan ide-ide tersebut ternyata lebih sukar. Peragaan prinsip-prinsip Kristen oleh para guru, baik di dalam maupun di luar ruangan kelas, akan membantu para murid untuk menerapkan prinsip-prinsip tersebut.
  3. Menghidupkan energi.
    Supaya murid-murid dapat belajar secara berhasil, maka perlu dipelihara keseimbangan antara studi dan bermain. Duduk dan berkonsentrasi untuk waktu lama akan mengakibatkan pikiran serta otot-otot letih, kecuali kalau ada istirahat untuk melakukan kegiatan dan untuk bergerak. Anak-anak teristimewa membutuhkan rekreasi karena otot-otot yang sedang bertumbuh perlu dibuat merentang, bergerak, dan berlari untuk meningkatkan koordinasi. Disamping itu, anak-anak hanya mampu menaruh perhatian selama waktu yang singkat sehingga perlu diadakan perubahan dan variasi dalam prosedur pelajaran yang rutin. Kaum muda dan orang dewasa pun menghargai kesempatan untuk bersantai selama waktu istirahat.

PRINSIP-PRINSIP REKREASI

  1. Pemimpin
    Mereka yang memimpin rekreasi perlu mengerti tujuan rekreasi. Jika rekreasi dianggap sebagai waktu bagi murid untuk berlari- lari dan melelahkan diri atau sebagai waktu untuk bersaing keras, maka pengalaman belajar/mengajar yang berharga terbuang percuma. Sebaliknya, rekreasi hendaknya melibatkan baik murid-murid maupun para guru dalam suatu situasi yang memberi kesempatan untuk mempraktikkan prinsip-prinsip alkitabiah. Betapa hebat potensi yang disediakan oleh rekreasi untuk memperkuat perkembangan Kristen.

    Pemimpin juga perlu mengetahui cara membimbing murid-murid dalam permainan atau kegiatan yang dipilih supaya semua dapat menikmatinya. Peraturan-peraturan pokok dari permainan itu harus dipahami dan diberitahukan kepada para murid. Rincian teknik permainan perlu dijelaskan secukupnya supaya para peserta dapat sepenuhnya terlibat dalam permainan tanpa terhenti untuk meminta penjelasan tentang peraturan. Pengawasan yang baik sangat perlu untuk mendapatkan rekreasi yang efektif. Pemimpin yang terlatih baik dan yang mempersiapkan diri dengan baik membantu mengembangkan kerja sama, dan keadaan itu menambah kegembiraan kelompok.

  2. Para Peserta
    Karena kegiatan-kegiatan dipengaruhi oleh orang-orang yang terlibat maka pendahuluan tentang sifat, kebutuhan, minat, dan kemampuan peserta dapat membantu menentukan rekreasi apa yang paling cocok untuk tiap-tiap kelompok usia. Bila kegiatan- kegiatan tidak cocok dengan pengertian dan keterampilan suatu kelompok, para peserta bisa patah semangat dan frustasi. Oleh karena itu bahan-bahan kurikulum biasanya mengemukakan rekreasi yang sesuai untuk setiap tingkat usia. Aneka ragam sumber petunjuk juga tersedia di toko buku atau di perpustakaan umum. Jika memerlukan bantuan lebih banyak, seorang guru yang berpengalaman mungkin bisa menganjurkan bentuk-bentuk permainan yang sedang populer.

    Pemimpin rekreasi harus berusaha melibatkan semua peserta dalam kegiatan tanpa paksaan. Pilihlah kegiatan yang disukai oleh sebagian besar murid dari suatu tingkat usia. Jika seorang murid tidak mau ikut serta, coba cari alasannya. Tekanan persaingan mungkin demikian hebat sehingga murid-murid yang kurang berbakat menarik diri dari kegiatan fisik yang diperlukan. Apakah peraturan-peraturan permainannya jelas? Apakah pengelompokkan dalam permainan itu menjamin adanya teman-teman? Bagaimana sikap si murid?

    Doronglah setiap murid untuk mengambil bagian, tetapi siaplah untuk meladeni murid yang hanya ingin menonton itu dengan sikap positif dan penuh kasih. Orang Kristen hendaknya selalu siap untuk mengulurkan tangan dengan kasih dan perhatian yang sungguh- sungguh pada mereka yang tidak aktif dalam kelompok. Satu gerakan isyarat, senyuman, atau perkataan yang ramah dapat mendorong anak-anak itu untuk ikut terlibat.

  3. Program
    Rekreasi dapat memenuhi kebutuhan banyak murid jika kegiatan- kegiatan dalam rekreasi berhubungan dengan tema pengajaran dengan cara yang sesuai untuk usia para peserta. Sebaiknya yang diutamakan adalah permainan-permainan yang memerlukan kerja sama tim dan bukan permainan yang sangat kompetitif. Kegiatan-kegiatan itu hendaknya bervariasi sepanjang minggu dan ada keseimbangan antara permainan yang aktif dengan permainan yang tenang supaya murid-murid tidak tergairahkan secara berlebihan baik fisik maupun emosi. Cuaca akan mempengaruhi piihan atas permainan. Rencanakan kegiatan-kegiatan alternatif untuk cuaca buruk dengan mengingat ruangan yang tersedia. Kadang-kadang, rekreasi yang dapat dilangsungkan di dalam gedung atau di dalam ruangan kelas merupakan suatu pergantian yang menyegarkan.

JENIS-JENIS REKREASI

Rekreasi mencakup lebih dari sekedar permainan-permainan. Meskipun peristiwa-peristiwa di udara terbuka seperti olahraga, berkemah, dan jalan lintas alam itu penting, pertemuan-pertemuan ramah-tamah seperti pesta dan piknik juga harus dipertimbangkan. Rekreasi juga termasuk beberapa kegiatan ekspresif yang berlangsung dalam lingkungan departemen dan yang langsung bertalian dengan tema pelajaran seperti drama, sastra, bercerita, kesenian,dan pekerjaan tangan serta bermacam-macam hobi.

  1. Kegiatan-kegiatan yang sangat perlu.
    Bilamana mungkin, kegiatan-kegiatan bermain hendaknya berlangsung di udara terbuka. Anak-anak kecil senang kegiatan mengendarai suatu kendaraan untuk menghabiskan sebagian energi mereka. Jika para ibu bersedia membawa sepeda roda tiga atau kereta ke SM untuk anak-anak mereka, suatu tempat atau ruangan khusus perlu disediakan untuk barang-barang tersebut. Permainan dengan kegiatan yang berulang-ulang, menyanyi, kegiatan yang diadakan dalam lingkaran, dan permainan pura-pura sangat disenangi anak- anak kecil. Anak-anak yang lebih besar sebaliknya menyukai persaingan terkendali, kegiatan beregu, dan permainan-permainan yang lebih sulit. Kegiatan-kegiatan itu dapat diubah untuk diadakan di dalam ruangan.

    Untuk menambah variasi gunakan permainan kereta-keretaan; permainan rebutan kursi dengan diiringi musik; tebak-tebakan; permainan tertulis. Anak-anak kecil suka memainkan alat musik pembuat irama, berbaris dan menyanyi mengikuti musik, dan bernyanyi disertai gerakan.

    Anak-anak balita dan tingkat kanak-kanak perlu sering berganti tempo dari giat ke tenang. Sesudah kembali dari rekreasi, ajak mereka untuk berbaring di atas karpet atau tikar. Dengan musik yang tenang, bacakan suatu cerita pendek yang sederhana yang berhubungan dengan pelajaran sementara mereka bersantai. Hal ini akan menenangkan anak-anak yang bergairah dan terlalu aktif, di samping juga membangun suasana yang lebih khidmat. Anak-anak yang lebih besar dapat duduk diam atau istirahat dengan kepala dan lengan di atas meja sementara musik lembut dimainkan atau suatu cerita dibawakan.

    Makanan kecil merupakan suguhan yang menggembirakan bagi murid- murid SM. Sediakanlah minuman dan makanan kecil yang sederhana dan tidak mahal. Jika memungkinkan, suguhan istimewa seperti es krim dapat disajikan. Untuk anak-anak kecil sering kali lebih enak kalau menyajikan makanan kecil dan minuman di dalam ruangan sambil mereka duduk menghadap meja. Kalau cara ini yang digunakan, mereka dapat menunggu sampai semua sudah dilayani lalu bersama-sama mengucap syukur kepada Tuhan atas makanan itu. Anak- anak yang lebih besar mungkin lebih suka makan dan minum di udara terbuka. Ucapan syukur dapat dinaikkan sebelum mereka meninggalkan kelas atau kegiatan kelompok mereka.

  2. Acara-acara ekstra.
    Kegiatan-kegiatan khusus merupakan peristiwa yang disambut gembira selama kegiatan liburan berlangsung. Program liburan yang berlangsung selama dua minggu dapat menonjolkan suatu peristiwa seperti piknik atau pesta pada akhir minggu pertama untuk membangkitkan antusiasme dalam menghadapi minggu berikutnya. Atau sebagai klimaks dari persekutuan yang dialami selama kegiatan liburan, dapat diadakan pesta atau piknik penutupan.

    Untuk kegiatan yang ditetapkan, setiap rinciannya harus direncanakan secara teliti. Siapa-siapa yang akan ikut serta, pengaturan makanan, lokasi dan transportasi, rencana-rencana bagi rekreasi dan pembersihan, serta tanggung jawab setiap guru dan pekerja harus dipikirkan sesara cermat.

    Agar piknik berhasil, doronglah seluruh murid dan staf pengajar untuk ikut serta. Suatu taman atau daerah pertanian yang tidak terlalu jauh letaknya akan menarik bagi murid-murid dan mempermudah transportasi. Kegiatan-kegiatan untuk semua umur hendaknya dilakukan dengan cepat begitu kegiatan-kegiatan tersebut dimulai supaya piknik tidak berlangsung terlalu lama. Suatu cara yang bermanfaat untuk mengakhiri piknik adalah dengan menyediakan waktu untuk menyanyi, untuk berbagi pengalaman, dan untuk memberikan kesaksian.

Kategori Bahan PEPAK: Program Khusus Anak

Sumber
Judul Buku: 
Pekan Pendidikan Anak-anak
Pengarang: 
Doris A. Freese, Ph.D.
Halaman: 
116 - 124
Penerbit: 
Gandum Mas
Kota: 
Malang
Tahun: 
1993

Komentar