Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Kedudukan Sekolah Minggu


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

PROGRAM ALLAH UNTUK GEREJA

"Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang aku mengutus kamu." (Yohanes 20:21)

Hakekat kekristenan, hakekat gereja, hakekat SM, ialah Kristus. Pengabaran Injil dalam arti yang sebenarnya bukanlah satu pertemuan yang diadakan kadang-kadang saja, tetapi adalah satu tugas yang agresif, yang berlangsung terus dan meluas, yang timbul dari kasih kepada dunia yang terhilang. Allah sangat mengasihi dunia sehingga Ia mengirimkan anak-Nya supaya kita memiliki hidup dengan berkelimpahan.

Yesus tahu bahwa pelayanan-Nya, kasih-Nya, program-Nya bagi penebusan dunia yang terhilang harus diserahkan kepada pengikut- pengikut-Nya. "Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu" (Yohanes 20:21). Perkataan terakhir dari Yesus yang mengiang-ngiang di telinga murid-murid-Nya ialah, "Kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem sampai ke ujung bumi" (Kisah Para Rasul 1:8).

Program yang telah diserahkan Kristus kepada gereja-Nya ialah supaya setiap orang Kristen mau berusaha dengan segenap kesanggupannya untuk membawa anak-anak, para pemuda, dan orang-orang dewasa kepada suatu hubungan yang vital dan yang bersifat pribadi dengan Allah melalui Kristus, dan kemudian pergi dan menjadikan orang-orang lain murid-murid Tuhan. Gereja hanya dapat memenuhi program bagi dunia yang terhilang ini bila gereja telah digerakkan oleh panggilan Allah dan digiatkan oleh kuasa Roh Kudus.

KEDUDUKAN SM DALAM PROGRAM KERJA

Untuk memahami dengan jelas tentang kedudukan SM di dalam program gereja, pertama-tama perlu ada satu pengertian yang jelas tentang apa yang dimaksudkan dengan gereja. Dalam percakapan sehari-hari kita berbicara tentang pergi ke gereja dan Sekolah Minggu. Kita mendorong setiap orang untuk pergi ke gereja setiap Minggu. Kita berbicara tentang kebaktian di gereja. Berapa jumlah ketepatan pemakaian istilah tentang gereja?

Menurut Perjanjian Baru, gereja setempat adalah tubuh yang kelihatan dari orang-orang percaya yang telah mendengar panggilan Allah dan dipersatukan kepada-Nya oleh iman di dalam Yesus Kristus. Kelompok setempat seperti itu merupakan bagian dari gereja yang am (umum), yang menjadi tubuh rohani yang dibentuk oleh orang-orang percaya sepanjang masa dan waktu.

Gereja adalah alat vital dari Tuhan yang digerakkan oleh Roh Kudus untuk maksud dan melaksanakan tugas yang telah diberikan oleh Tuhan Yesus untuk "jadikanlah semua bangsa murid-Ku".

Tetapi Anda berkata: "Dimana kedudukan SM itu di dalam program gereja?"

Gerakan SM didirikan di tengah-tengah penghinaan dan perlawanan. Gereja-gereja pada mulanya berpendapat bahwa pekerjaan Robert Raikes yang mendirikan SM di antara anak-anak miskin tidak akan berhasil. Tetapi sebelum Robert Raikes meninggal dunia pada tahun 1811, ia berkesempatan melihat SM-nya bertumbuh dengan pesat sehingga memiliki seperampat juta murid dan perkembangannya meluas sampai ke Amerika Serikat. George R. Merill berkata:

"Robert Raikes telah mempersembahkan kepada abad kesembilanbelas dan kepada dunia, satu alat yang paling berhasil untuk kemajuan moral dan agama yang akan disebarkan kedalam abad dua puluh untuk satu perkembangan yang jauh melebihi impian-impian yang penuh harapan."

Perkembangan SM pada Abad Keduapuluh.

Kita berada di tengah-tengah perkembangan yang mengherankan dari abad keduapuluh, namun akhirnya belum tiba. Berbagai aliran gereja yang menghargai nilai SM telah membuktikan bahwa memang SM adalah suatu alat yang potensial untuk menguatkan gereja. Marilah kita perhatikan perkembangan yang menonjol yang merupakan ciri dari SM pada abad yang keduapuluh.

a. SM bukan lagi seperti anak yatim piatu, satu ban cadangan, sebuah ruang tambahan, ataupun merupakan suatu bagian yang terlepas dari pekerjaan gereja. SM tidak mempunyai tujuan lain, selain tujuan dari gereja. SM hampir serupa dengan gereja. Gereja dan SM tidak dapat dipisahkan satu sama lain, karena mereka merupakan satu kesatuan. SM ada untuk memajukan pekerjaan gereja yaitu untuk menjadikan semua bangsa murid Tuhan. SM bukanlah bagian dari gereja; SM merupakan gereja yang berfungsi di dalam suatu pelayanan pengajaran yang khusus. Demikianlah SM pada abad keduapuluh menempatkan kedudukannya dalam program Allah dan telah membawa satu perkembangan baru untuk gereja, sebab kini SM telah diakui sebagai satu lapangan pelayanan gerejani yang berbeda.

b. Perkembangan kedua yang merupakan ciri masa kini ialah bahwa SM tidak lagi terdiri dari "sekelompok anak-anak miskin". Walaupun kekuatan SM terletak pada daya tariknya terhadap para pemuda, tetapi mereka yang masih memakainya sebagai usaha untuk perkembangan gereja telah lama berhenti untuk menganggap SM sebagai "SM khusus bagi anak-anak".

Pada mulanya SM dikhususkan untuk anak-anak, tetapi perkembangannya telah membuktikan bahwa bagi pemuda dan orang dewasa pun SM itu perlu. Karena pelayanan mengajar SM merupakan suatu pelayanan yang berlangsung terus, karena mempelajari Firman Tuhan merupakan makanan bagi jiwa, sama seperti kita hidup dan bernafas, penting sekali bagi gereja untuk memberikan satu pelayanan mengajar untuk semua usia. Hal ini dapat dikerjakan oleh SM! SM merupakan pelayanan pengajaran kepada seluruh keluarga.

Metode-Metode yang Dipakai pada Abad Pertama.

Jikalau gereja hendak memakai SM "sebagai satu alat yang paling potensial bagi kemajuan moral dan agama", gereja haruslah mengikuti pola pengajaran abad pertama. Gereja yang mula-mula telah memulai pola bersaksi secara perseorangan untuk melaksanakan perintah Kristus. Pola ini merupakan perintah kepada setiap anggota gereja, setiap pengikut Kristus menganggapnya tanggung jawab pribadi-nya untuk bersaksi bagi Kristus. SM adalah suatu "alat yang potensial" sebab badan ini merupakan satu pelayanan perseorangan.

  1. Gereja melalui SM-nya mendapat kesempatan yang tidak terbatas untuk melayani setiap anggota. Banyak orang Kristen ingin menjadi seorang saksi, tetapi takut dan ragu-ragu di mana mereka akan mulai. SM yang akan mengajar mereka "melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu" juga menyediakan kesempatan bagi mereka untuk menaati perintah itu. Dalam SM yang hidup harus ada satu tempat pelayanan bagi setiap anggota yang telah siap untuk melayani!

    Misi "The Christian and Missionary Alliance" dilahirkan dari suatu kerinduan untuk memenangkan dunia yang terhilang, dan untuk menyegarkan gereja yang suam untuk melakukan tugas ini.
    "'Saya berjalan mondar-mandir di pesisir Pantai Old Orchard, Maine, pada musim panas tahun 1881,' kata A.B. Simpson, 'dan meminta kepada Allah melalui suatu cara untuk membangkitkan satu gerakan pengabaran Injil yang besar yang akan mencapai daerah-daerah di dunia yang telah dilalaikan itu. Sekolah Minggu mempersembahkan satu saluran untuk melayani kepada setiap anggota gereja.'"
  2. Gereja melalui SM-nya mencapai masyarakat. Perintah untuk setiap anggota sederhana saja: "Pergilah!" Sesungguhnya tidaklah mungkin untuk memenuhi pelayanan mengajar dari gereja tanpa "pergi". Di sini SM menduduki satu kehidupan yang unik dalam program gereja yang mengikuti metode-metode abad pertama. SM mempunyai suatu pelayanan pribadi kepada setiap rumah tangga dalam masyarakat. SM telah melewati pelbagai rintangan, prasangka, sifat acuh tak acuh dan telah menumpangkan tangan di atas kepala anak-anak. Dengan kasih Kristus dan kasih sayang para orang tua melalui anak-anak dan membuka pintu-pintu yang dengan cara lain tertutup terhadap gereja.


  3. Gereja melalui SM-nya merupakan suatu gereja yang banyak memenangkan jiwa karena pelayanan pribadinya kepada setiap orang. Kristus mengajar murid-murid-Nya untuk bekerja secara perseorangan. Mereka heran karena Yesus menggunakan begitu banyak waktu untuk kepentingan satu orang, tetapi Yesus mengetahui nilai dari jiwa itu. Ia berkata kepada kepada murid-murid-Nya bahwa mereka harus mengabarkan Injil kepada setiap orang. Gereja mempunyai kesempatan melalui SM untuk mengajar dengan setia kepada setiap orang tanpa mengenal usia.

    Hal-hal ini merupakan ciri-ciri dari Gereja abad kesembilan belas dan membuktikan "bahwa SM kepada dunia memberikan satu alat yang berpengaruh untuk kemajuan moral dan agama". Gerajalah yang menemukan bahwa para guru SM menarik anggota baru dan membawa mereka kepada pengenalan secara pribadi akan Kristus. Bilamana Anda juga ikut memperjuangkan SM, hal itu akan memperkuat gereja Anda menjadi jauh lebih besar daripada yang Anda harapkan.

Hasil-Hasil yang Dicapai pada Jaman Para Rasul.

Pertumbuhan yang tetap adalah sebagian daripada program Allah untuk gereja. SM mempunyai tempat dalam program ini, sebab SM itu dikenal sebagai suatu satu faktor pengembangan yang terbesar bagi pertumbuhan gereja.

Kadang-kadang kita mendengar pernyataan seperti berikut ini, "Saya lebih suka mempunyai satu SM yang baik daripada satu yang besar" atau "Allah tidak pernah memanggil kita supaya menjadi besar." Satu analisa yang teliti mungkin melahirkan satu sikap hati yang tulus tetapi sering juga pernyataan-pernyataan seperti itu datang dari tipu muslihat iblis, dari satu hati yang acuh tak acuh, atau karena gereja mencoba menutupi kegagalannya dengan pernyataan yang kudus.

Tiap saran yang menentang jumlah yang banyak bukan datang dari sorga, karena bunyi undangan dari pintu gerbang kemuliaan ialah "Barangsiapa mau, hendaklah ia datang!" Neraka tentu saja menentang orang banyak yang mendapatkan Kristus. Iblis takut kepada Firman Allah. Iblis akan melawan jiwa-jiwa itu di bawah naungan suara hati dari Firman yang Hidup itu.

Pertumbuhan yang tetap adalah satu hasil dari program gereja rasuli. "Dan makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan" (Kisah Para Rasul 5:14).

"Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar iman menyerahkan diri dan percaya" (Kisah Para Rasul 6:7). "Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan (Kisah Para Rasul 11:21). "Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa" (Kisah Para Rasul 4:32). Menarik jiwa datang kepada Tuhan bukanlah soal senang atau tidak senang, melainkan suatu perintah Ilahi.

SM yang bertumbuh menyuburkan pertumbuhan itu ke dalam setiap tingkatan pekerjaan gereja. Bilamana SM Anda gagal dalam hal ini, maka SM itu telah gagal dalam mengambil kedudukan yang benar dalam program Allah. Sebuah SM yang bertumbuh harus berarti suatu pertambahan pengunjung pada kebaktian-kebaktian, pertemuan doa dan kelompok-kelompok latihan. Bilamana SM berhasil mencapainya, perpuluhan-perpuluhan dan persembahan-persembahan akan terus meningkat secara tetap. Sumbangan pengajaran Injil akan berarti kehidupan dan pertumbuhan baru kepada program penginjilan kita, calon-calon pekerja baru akan didaftarkan dan dilatih untuk bekerja di daerah mereka sendiri. Pertumbuhan berarti penambahan lebih banyak calon untuk pelayanan penginjilan. Pertumbuhan gereja adalah hal yang sehat. Pertumbuhan menandakan bahwa gereja itu hidup.

Pada tahap ini Anda mungkin akan melihat SM melalui sudut pandang yang lain, dengan suatu tekad baru untuk ikut serta dalam program pembangunan gereja yang ajaib. Kiranya Tuhan mengabulkan maksud Anda. Pada saat yang sama, semoga tak pernah diketahui orang lain, bahwa Anda berada di antara orang-orang yang mengesampingkan pekerjaan Allah atau yang membesar-besarkan pekerjaan dari seorang pribadi di atas kekurangan orang lain. Tidak dapat disangkal bahwa mungkin Anda berada di tengah-tengah orang yang menghina pekerjaan Allah dalam lapangan pelayanan perseorangan ini. Bilamana Anda mengambil bagian dalam pelayanan SM, Anda telah menggabungkan diri dalam satu pasukan inti yang dipersatukan untuk melakukan satu tugas yang sama, yaitu menambah anggota-anggota kepada gereja Yesus Kristus.

Kategori Bahan PEPAK: Pelayanan Sekolah Minggu

Sumber
Judul Buku: 
Pola Mengajar Sekolah Minggu
Pengarang: 
Mavis L. Anderson
Halaman: 
11 - 16
Penerbit: 
Yayasan Kalam Hidup
Kota: 
Bandung
Tahun: 
1993

Komentar