Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Mengasihi Murid seperti Teladan Yesus


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Selama Yesus melakukan pelayanan-Nya di dunia, banyak pelajaran kasih yang Dia berikan kepada kita. Kasih kepada Tuhan, sesama, saudara, murid-murid, anak-anak, dan lain sebagainya. Banyak hal dari tindakan kasih Yesus kepada anak-anak maupun murid-murid-Nya yang dapat kita terapkan dalam pelayanan. Berikut ini beberapa di antaranya.

Membiarkan anak-anak datang kepada-Nya

Kasih Yesus kepada anak-anak sungguh besar. Dia tidak menghalang-halangi anak-anak datang kepada Dia. Pengajaran, berkat, dan kasih-Nya bukan hanya untuk orang-orang dewasa saja, tetapi juga untuk anak-anak kecil. Dalam Markus 10:13-16 kita dapat melihat Yesus memeluk anak-anak itu dan memberkati mereka. Sebelumnya, Dia menegur murid-murid-Nya yang menghalang-halangi anak itu datang kepada Dia.

Yesus rindu setiap anak merasakan kasih dan mendapatkan berkat karena mengenal Dia. Melalui kisah di atas, Yesus mengajarkan agar kita membawa anak-anak datang kepada-Nya, tidak hanya secara fisik, tetapi agar mereka juga dapat bertumbuh dalam pengenalan akan Allah. Janganlah kita menjadi seperti para murid yang menghalangi anak-anak datang kepada Dia dengan tidak sepenuh hati melakukan pelayanan kita dan menganggap pelayanan anak tidaklah penting. Teladanilah kasih Yesus yang membiarkan anak-anak merasakan kasih dan mendapatkan berkat-Nya.

Memerhatikan keadaan dan kebutuhan murid-murid

Firman Tuhan juga mencatat beberapa peristiwa yang menunjukkan bahwa Yesus amat memerhatikan keadaan dan kebutuhan murid-murid-Nya. Dalam Matius 8:14-17 kita dapat melihat Yesus datang ke rumah Petrus dan menyembuhkan ibu mertuanya yang sedang sakit keras. Dalam Lukas 5:1-11 Yesus tahu bahwa seharian Petrus dan juga teman-temannya tidak mendapatkan hasil tangkapan ikan, lalu Dia meminta Petrus untuk pergi ke tengah dan menebarkan jala. Dan ada mujizat! Ikan yang sangat banyak ditangkap oleh Petrus dan teman-temannya. Hasil tangkapan itu tentu saja bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka. Dalam Yohanes 14:15-31 Yesus mengatakan bahwa tidak lama lagi Dia tidak akan bersama murid-murid-Nya. Dia tahu perkataan itu akan sangat menyedihkan bagi mereka dan mungkin membuat gentar, oleh karena itu Dia berjanji memberikan Penolong yang lain sehingga mereka tidak akan sendirian dalam melanjutkan pekerjaan-Nya di bumi.

Memerhatikan keadaan dan kebutuhan anak-anak layan kita juga merupakan salah satu bukti bahwa kita mengikuti teladan Yesus dalam hal mengasihi. Perhatian tidak hanya kita tunjukan ketika berhadapan dengan anak di dalam kelas, tetapi mengenal mereka lebih pribadi lagi. Misalnya, mengenal keadaan keluarga, menjadi sahabat bagi anak yang membutuhkan bimbingan khusus, memerhatikan anak-anak dengan kebutuhan khusus, menjenguk dan mendoakan mereka di kala sakit atau berduka, dan lain sebagainya. Program visitasi bisa menjadi salah satu aksi untuk menyentuh keadaan anak secara lebih pribadi lagi.

Mendoakan murid-murid.

Dalam Yohanes 17:1-26 ditulis bagaimana Yesus mendoakan murid-murid-Nya. Rasa kasih yang begitu dalam kepada mereka membawa Ia menyebutkan murid-murid-Nya tersebut di hadapan Bapa. Dalam doa-Nya, Dia bersyukur atas murid-murid-Nya yang percaya dan tahu benar bahwa Yesus adalah Anak Allah, Mesias yang dijanjikan itu. Dalam doa-Nya, Dia juga memohon kepada Bapa agar Bapa memelihara mereka saat Dia sudah tidak bersama dengan mereka lagi di dunia.

Mendoakan anak-anak layan merupakan hal yang harus dijalankan para pelayan anak dengan kasih yang tulus. Ucapan syukur atas setiap murid yang Tuhan percayakan untuk kita layani merupakan teladan yang dapat kita contoh dari doa Yesus untuk murid-murid-Nya. Kita boleh menyebutkan nama anak satu persatu di hadapan Bapa. Begitu pula dengan memohon agar Anda diberi hikmat untuk membawa mereka lebih dewasa terhadap pengenalan akan Juru Selamat sejati.

Membawa murid-murid menerima keselamatan kekal

Tujuan utama Allah mengutus Anak-Nya yang tunggal adalah agar setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Setiap orang yang menerima dan mengaku Yesus adalah Mesias yang dijanjikan, akan menerima anugerah keselamatan kekal dari Allah. Melalui setiap peristiwa dan pengalaman selama pelayanan Yesus di dunia, murid-murid terus dibawa kepada kebenaran iman ini. Dan mereka percaya bahwa Yesuslah Mesias. Dalam doa Yesus, kita dapat melihat betapa Yesus bersyukur karena murid-murid-Nya mengenal Bapa melalui Dia. Yesus juga bersyukur karena bukan hanya percaya, murid-murid-Nya juga membawa banyak orang mempercayai bahwa Yesus adalah Sang Mesias. Dalam Matius 16:13-20 kita juga dapat melihat Petrus dengan iman mengatakan, "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Ya, Yesus membawa murid-murid-Nya menerima anugerah keselamatan kekal dari Allah.

Kasih terbesar Allah kepada manusia tersebut hendaknya menjadi dasar bagi kita saat melayani Tuhan melalui anak-anak. Mengajar dan mendidik anak-anak layan kita mengenai keselamatan, kemudian membawa mereka menerima anugerah keselamatan itu harus menjadi inti pelayanan kita. Sejak bereksistensi, anak sudah berdosa dan tidak memiliki keselamatan. Oleh karena itu, tanggung jawab kitalah untuk membimbing mereka, sehingga mereka pun mendengar Berita Anugerah dan menerima anugerah kekal itu.

Selalu memberikan nasihat

Dalam firman Tuhan kita bisa melihat Yesus selalu memberikan nasihat kepada murid-murid-Nya. Nasihat yang Dia berikan bertujuan agar murid-murid hidup dalam kebenaran dan mengikuti kehendak Bapa. Yesus selalu memberikan nasihat dan didikan melalui setiap peristiwa yang terjadi selama pelayanan bersama murid-murid-Nya. Salah satu nasihat yang Dia berikan bisa dilihat di Lukas 17:1-7.

Mengikuti teladan Yesus, maka berikanlah nasihat kepada anak-anak Anda sesuai dengan firman Tuhan. Jika mereka dalam kesulitan atau sedang mengalami peristiwa tertentu, baik menyenangkan, maupun menyedihkan bagi mereka, gunakanlah kesempatan itu untuk memberikan nasihat dan pelajaran hidup kepada mereka. Kita pasti dapat melakukannya karena Yesus telah terlebih dahulu melakukannya.

Tidak membeda-bedakan

Dalam mengajar Yesus tidak pernah membeda-bedakan. Kita dapat melihat murid-murid-Nya memiliki latar belakang yang berbeda. Semua mendapatkan kasih, didikan, perlakuan, nasihat, dan ajaran yang sama. Dia memiliki murid berlatar belakang seorang nelayan, pekerjaan yang dianggap rendah; pemungut cukai yang dianggap amat licik, dan profesi lainnya. Semuanya sama di hadapan Sang Guru Agung.

Mengasihi murid tanpa membeda-bedakan latar belakang dan kondisi anak merupakan salah satu syarat utama pula bagi para pelayan anak. Semua anak sama di mata Tuhan. Semua dikasihi-Nya. Untuk itu, kita juga harus menyatakan kasih Tuhan tersebut melalui kasih tulus kita kepada mereka. Jangan ada pilih kasih, apalagi membedakan anak yang memiliki kelemahan.

Menegur murid jika melakukan kesalahan

Mengasihi bukan berarti tidak menegur mereka yang bersalah. Yesus kerap kali menegur murid-murid-Nya ketika melakukan kesalahan. Tetapi teguran yang Dia berikan bukanlah teguran tanpa tujuan. Teguran-Nya bertujuan mengajar, memperbaiki kelakuan, mendidik, dan agar murid mengetahui kehendak Bapa di surga. Saat Petrus tenggelam ketika mencoba berjalan di atas air, Yesus menegur Dia karena kurang percaya. Walaupun begitu, Yesus tidak membiarkannya terjatuh, tetapi memegang tangan Petrus dan membimbingnya kembali ke perahu.

Jangan ragu untuk menegur anak-anak jika mereka melakukan kesalahan, apalagi jika kesalahan itu bisa berakibat fatal bagi mereka. Yang harus diperhatikan adalah hendaknya teguran yang diberikan bersifat mendidik dan tidak menyakiti hati anak.

Jika kita menggali Alkitab lebih dalam lagi, pasti masih banyak teladan-teladan kasih Yesus kepada murid-murid-Nya yang dapat kita contoh sebagai pedoman kita dalam mengasihi murid-murid kita. Mari berkomitmen untuk menjadi alat-Nya agar melalui kita anak-anak dapat melihat kasih Yesus.

Selamat mengajar!

Oleh: Davida Welni Dana

Kategori Bahan PEPAK: Guru - Pendidik

Komentar