Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Murid Baru yang Pemalu


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Dalam SM mungkin suatu saat ada pendatang baru atau murid yang baru pindah ke kelas yang lebih tinggi. Biasanya anak-anak yang baru saja memasuki lingkungan baru cenderung akan menjadi anak yang pemalu. Nah ... berikut ini artikel yang dapat membuka wawasan kita mengenai permasalah ini.

MURID BARU YANG PEMALU

Pada saat para guru menerima seorang atau beberapa murid baru di kelasnya, mereka akan melihat bahwa ada beberapa murid baru yang mendapatkan kesukaran untuk menyesuaikan diri dengan kelompok yang baru dan tidak bisa cocok seperti yang seharusnya. Pemimpin Sekolah Minggu dapat meminta para guru untuk memperhatikan gejala-gejala masalah penyesuaian diri/rasa malu di antara para murid. Setelah memperhatikan para murid baru tersebut, mungkin para guru akan menemui hal-hal seperti berikut ini:

  1. Murid itu akan mengasingkan diri dari kelompok. Anak-anak yang lebih kecil akan menolak untuk ikut dengan aktivitas kelas. Anak- anak yang lebih besar dapat bersikap apatis (akan menolak untuk ikut terhadap pembahasan di kelas dan menunjukkan sikap "tidak peduli".)
  2. Murid itu mungkin mudah tersinggung dengan disertai luapan kemarahan atau tangisan.
  3. Dia mungkin dapat menjadi suatu masalah disiplin atau bermusuhan dengan teman-teman sekelasnya.
  4. Mungkin kehadiran si murid tidak tetap atau sering kali dia datang terlambat.

Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan guru untuk menolong murid baru agar tidak menjadi anak pemalu dan dengan mudah bergaul dengan anak-anak lain di kelasnya.

  1. Guru dapat berusaha untuk lebih mengenal si murid dengan kadang- kadang mengadakan pertemuan dengannya di luar kelas. Pertemuan itu harus bersifat informal dan secara kebetulan saja. Anak-anak yang lebih kecil akan berkurang rasa takutnya terhadap guru yang mengunjunginya di rumah.
  2. Murid yang baru itu mungkin merasa "minder" dan kurang penting dalam lingkungan barunya. Guru dapat mengatasi keadaan ini dengan memberi kepadanya tugas yang khusus di dalam kelas. Apabila murid itu cukup berani untuk mengemukakan pendapat selama pembahasan di kelas, guru harus memuji si murid karena memberikan jawaban yang telah dipikirkan dan jangan secara langsung menilai pendapat itu sebagai pendapat yang salah atau betul.
  3. Guru mungkin harus melindungi pendatang baru itu dari beberapa murid yang mempunyai sikap bermusuhan, setidak-tidaknya sampai dia memperoleh kepercayaan pada diri sendiri. Akan tetapi, jagalah agar jangan menunjukkan pilih kasih yang berlebihan.

Selain cara di atas, kadang-kadang guru dapat meminta bantuan beberapa orang anggota kelas yang tetap. Di antara murid-murid yang lebih besar, sering kali guru dapat bekerja melalui anak yang diakui sebagai pemimpin oleh murid-murid yang lain. Anak-anak yang lain akan mengikuti teladan si pemimpin tadi.

Seorang murid dapat mengajak murid baru itu duduk di sampingnya atau beberapa murid dapat menyongsong dan mengantarkannya ke kelas. Guru dapat merancangkan bersama orangtua salah seorang murid untuk mengundang makan seorang murid baru seusai kebaktian. Atau seluruh anggota keluarga murid baru itu dapat diundang makan ke rumah salah seorang murid lama. Menolong seorang yang malu merupakan pendidikan yang baik bagi anggota-anggota yang lama, karena hal itu mengajar mereka menerima tanggung jawab untuk menolong orang lain yang memerlukan pertolongan.

Kategori Bahan PEPAK: Anak - Murid

Sumber
Judul Buku: 
Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 2
Halaman: 
381 - 382
Penerbit: 
Yayasan Penerbit Gandum Mas
Kota: 
Malang
Tahun: 
1996

Komentar