Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Hari Pentakosta


Jenis Bahan PEPAK: Bahan Mengajar

Artikel berikut adalah salah satu contoh yang dapat dipakai untuk mengajarkan salah satu aspek dari karya Roh Kudus, yaitu memberi kebangunan dan menjawab doa. Secara garis besar bahan ini dibagi menjadi dua bagian:

  1. Persiapan Guru (untuk guru pribadi)
    Tujuannya adalah agar sebelum mengajar guru sendiri telah dibekali dengan pemahaman Alkitab yang benar dan juga mendapat berkat untuk apa yang diajarkan minggu itu.
  2. Cerita untuk Anak (untuk guru bercerita kepada anak)
    Tujuannya adalah untuk menolong guru mengembangkan pokok kebenaran yang akan diajarkan kepada anak.
HARI PENTAKOSTA


Bahan Bacaan Alkitab : Kisah Rasul 2:1-13
Inti Kebenaran : Roh Kudus Memberikan Kebangunan
Tujuan Pelajaran : Pada akhir pelajaran diharapkan anak-anak dapat :
1. mengerti arti Pentakosta.
2. mengantisipasi pimpinan Roh Kudus.
3. berdoa untuk pekerjaan Roh.
Ayat Hafalan : "Penuhlah mereka dengan Roh Kudus" (Kis 2:4)

A. Persiapan Guru

Bacalah terlebih dahulu: Kisah Rasul 2:1-13

Latar Belakang Alkitab

Hari Pentakosta dirayakan pada hari ke 50 sesudah kebangkitan Yesus Kristus. Seperti yang diperintahkan Tuhan Yesus pada hari Kenaikan- Nya, maka murid-murid-Nya dengan setia menunggu di Yerusalem sampai Roh Kudus turun ke atas mereka. 10 hari lamanya mereka berkumpul dan berdoa di ruang atas di sebuah rumah ketika, "tiba-tiba turun dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, dimana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain...", dengan kata lain Roh Kudus menguasai mereka dengan tanda-tanda yang dapat dilihat dan didengar.

Menurut tradisi PL, Hari Pentakosta disebut juga Hari Raya Menuai / Panen. Mungkin karena hari besar itulah maka pada waktu itu ada banyak orang Yahudi yang saleh, yang datang dari segala penjuru dunia ke Yerusalem. Keajaiban terjadi karena nelayan-nelayan sederhana itu tiba-tiba dapat menggunakan bahasa-bahasa asing yang dipakai oleh orang-orang yang datang berkumpul di Bait Allah.

Renungan untuk guru

Hari Pentakosta PB disebut sebagai permulaan gereja Kristen, karena sebelum hari itu, umat Tuhan kurang mempunyai wadah dan kurang terarah. Setelah Hari Pentakosta, mereka bergerak untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia. Inilah salah satu bentuk pelayanan dan karya Roh Kudus yang sangat ajaib yaitu membangun dan memobilisasi anak- anak Tuhan untuk memberitakan Injil; keluar menjangkau mereka yang belum terjangkau.

Marilah memohon kepada Tuhan supaya kita mengalami kebangunan dari Roh Kudus, sehingga kita dengan berani keluar menjangkau anak-anak yang saat ini belum mengenal Kristus dan bahkan dapat menularkan semangat itu kepada anak-anak yang telah mengenal Kristus untuk menjangkau teman-teman mereka yang belum menerima Kristus.

Doa guru

"Roh yang Maha Hadir, penuhkanlah saya dengan kuasa Roh-MU, supaya Firman yang akan saya sampaikan kepada anak-anak Sekolah Minggu menjadi hidup, masuk dan tinggal dalam hati anak-anak itu. Terimakasih, Tuhan, amin."

B. Cerita untuk Anak

Pendahuluan

[Tidak mudah untuk menceritakan tentang Roh Kudus, Oknum ke Tiga dari Tritunggal ini kepada anak-anak. Oleh karena itu, guru perlu berhati-hati supaya tidak memberikan pengertian yang salah kepada mereka.]

Tanyakan pada anak-anak tentang hari raya agama Kristen yang mereka tahu dan terangkan mengapa kita merayakan hari-hari raya tersebut. Khusus minggu ini anak-anak akan mendengar cerita tentang hari Raya Pentakosta dan mengapa hari itu penting untuk orang Kristen.

Cerita
[Catatan: Pada pelajaran ini kita hanya akan diberikan pokok-pokok kebenarannya saja dan guru perlu mengembangkan sendiri sesuai dengan kebutuhan. Untuk itu bacalah Alkitab (Kis 2:1-13) dan cerita pelengkap (Referensi), imajinasikan dahulu cerita ini, sehingga pada waktu bercerita guru dapat menambahkan kata-kata, variasi gerakan dan nada suara yang menarik.]

Pokok-pokok Cerita

Setelah Yesus naik ke surga, murid-murid Yesus berkumpul di Yerusalem, untuk menunggu kedatangan Roh Kudus yang dijanjikan oleh Tuhan Yesus. Murid-murid Yesus dan pengikut-pengikut setia Yesus berkumpul di ruang atas, jumlah mereka ada 120 orang. Mereka menunggu dan bersekutu. Pada hari kesepuluh tiba-tiba angin bertiup ke seluruh rumah dimana mereka duduk. Kemudian tampaklah lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.

Mereka menjadi penuh dengan Roh Kudus dan mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain yang tidak mereka kenal. [Bagian ini tidak perlu diceritakan dengan detail karena mungkin anak akan bingung/ tidak mengerti]. Dan sejak saat itu mereka seperti didorong oleh kekuatan ajaib, menjadi berani dalam memberitakan kebesaran dan Kasih Tuhan.

Roh Kudus yang datang pada Hari Pentakosta itu juga masih berkarya sampai sekarang. Ia membimbing dan menolong serta melindungi kita dimanapun kita berada.

Cerita Ilustrasi

[Cerita ini disajikan untuk melengkapi cerita di atas.]

Pada suatu hari ada seorang anak Sekolah Minggu yang sedang berjalan ke luar rumah untuk pergi ke Sekolah Minggu. Anak ini tinggal di suatu desa yang kecil. Pada waktu ia sedang di tengah jalan, tiba- tiba di kejauhan anak itu melihat seekor kerbau yang agaknya sedang mengamuk dan berlari cepat menuju ke arah anak yang sedang berjalan ini.

Anak perempuan kecil ini sangat kaget dan ketakutan, sehingga untuk sekejap ia tidak tahu harus berbuat apa. Di tengah kebingungan itu tiba-tiba ada suara yang sangat halus yang mendorong dia untuk berdoa. Dengan tidak berpikir panjang anak ini melipat tangan dan mulai berdoa.

Anak kecil ini belum bisa berdoa, satu-satunya doa yang dia ingat adalah doa BAPA KAMI yang diajarkan oleh guru Sekolah Minggunya dan sangat dihafalnya. Pada saat yang bersamaan kerbau yang sedang mengamuk ini rupanya menjadi semakin dekat. Tidak ada jalan bagi anak itu untuk minggir karena jalan itu memang sempit. Tanpa mempedulikan keadaannya anak ini mulai berdoa: "Bapa kami yang di Surga. Dimuliakanlah namaMu. Datanglah KerajaanMu. Jadilah kehendakMu di bumi seperti di surga ..."

Pada waktu ia berkata: "Amin" lalu membuka mata, anak itu terkejut karena kerbau yang mengamuk itu sudah melewatinya tanpa menyentuh kulitnya sama sekali. Anak itu begitu gembira saat pergi melanjutkan tujuannya ke Sekolah Minggu. kejadian itu diceritakan kepada guru dan teman-temannya bagaimana Tuhan menolong dan menyelamatkannya.

Penerapan

[Tujuan memberikan cerita ilustrasi di atas adalah memberikan gambaran kepada anak-anak bagaimana Roh Kudus bekerja dalam hidup kita.]

Jelaskan kepada anak-anak bahwa anak kecil itu berdoa karena didorong oleh Roh Kudus yang ada dalam hati anak itu. Roh Kudus yang turun pada Hari Pentakosta sama dengan Roh Kudus yang bekerja dalam hati kita masing-masing sekarang. Roh Kudus datang menggantikan Tuhan Yesus yang telah naik ke surga. Roh Kudus ditugaskan untuk menolong orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, orang-orang yang mengasihi Tuhan Yesus.

Tanyakan apakah anak-anak mengasihi Tuhan Yesus. Kalau ya, maka kita bisa berdoa kepada Roh Kudus untuk menolong kita kalau kita sedang dalam kesulitan. Roh Kudus juga memberikan kepada kita untuk bersaksi kepada orang lain tentang Kasih Yesus Kristus.

C. Kegiatan untuk Anak

Menggambar atau mewarna simbol-simbol Pentakosta. [[Lihat pada kolom TIPS MENGAJAR di bawah ini.]]

Kategori Bahan PEPAK: Perayaan Hari Raya Kristen

Sumber
Judul Buku: 
Pedoman Sekolah Minggu
Pengarang: 
Dra. Yulia Oeniyati, M.Th.

Komentar